SuaraBali.id - Gubernur Bali menyatakan kondisi di Bali sudah kondusif pasca kericuhan yang terjadi di Mapolda dan DPRD Provinsi Bali, Sabtu (30/9/2025) lalu.
Dia bahkan mengungkap jika banyak wisatawan domestik yang memilih berlibur ketika kericuhan juga terjadi di daerah lain.
Pasca kericuhan di sejumlah kota di Indonesia, beberapa negara termasuk Australia sempat mengeluarkan travel warning level 2 bagi warga negaranya yang hendak berlibur ke Indonesia.
Hal tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap jalannya pariwisata termasuk ke Bali yang mengandalkan sektor pariwisata untuk ekonominya.
Menanggapi imbauan tersebut, Koster mengaku sudah mengirimkan surat kepada seluruh negara untuk menjamin kondisi Bali yang sudah aman pasca kericuhan yang sempat terjadi.
Sehingga wisatawan mancanegara dapat berlibur ke Bali dengan aman.
“Saya sudah keluarkan surat kepada seluruh negara untuk tidak perlu khawatir bahwa Bali sudah aman dan kondusif,” ujar Koster saat ditemui dalam kegiatan CHANDI 2025 di Denpasar, Rabu (3/9/2025).
“Jadi para wisatawan dari berbagai negara wisatawan mancanegara maupun domestik sudah tidak perlu ragu lagi silakan berwisata ke Bali,” imbuhnya.
Selain itu, Koster juga menyampaikan jika pariwisata di Bali tidak terdampak saat aksi dan kericuhan yang tersebut.
Baca Juga: Gedung DPRD NTB yang Dibakar Sudah Banyak Rusak, Kini Renovasi Akan Dipercepat
Dia mengaku sudah memantau angka kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara yang tidak mengalami penurunan pasca kericuhan itu.
Bahkan, dia mengungkap jika banyak wisatawan domestik yang memilih untuk berlibur ke Bali saat terjadi kerusuhan di banyak daerah termasuk Jakarta.
“Nggak ada (dampak), saya ikuti kedatangan wisatawan mancanegara maupun domestik tidak mengalami penurunan,” tutur Koster.
“Bahkan para wisatawan domestik diberbagai daerah di Indonesia ketika ada kerusuhan di akarta ya mereka ke Bali,” sambungnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali sebelumnya sudah menetapkan 9 orang tersangka akibat kericuhan yang terjadi.
Sebanyak 8 orang polisi dan 2 warga sipil juga mendapat perawatan akibat terkena batu atau amukan massa yang ricuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG