SuaraBali.id - Kepolisian Daerah (Polda) Bali menetapkan sembilan orang sebagai tersangka tindak kriminal di tengah aksi di Denpasar yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) lalu.
Mereka diamankan setelah penyelidikan pada peristiwa yang terjadi di sekitar Mapolda Bali dan Kantor DPRD Provinsi Bali.
Sembilan orang pelaku itu dijerat dalam empat pasal berbeda. Dari data yang diperoleh dari Polda Bali, sembilan orang yang diamankan di antaranya berinisial ASD (18), MT (24), INR (18), IKM (19), IPB (18), MRF (18), MFH (18), ATP (18), dan FIM (19).
Kasus yang paling banyak menjerat para tersangka adalah kasus pengeroyokan di depan Kantor DPRD Provinsi Bali yang menjerat lima orang tersangka yakni ASD (18), MT (24), INR (18), IKM (19), dan IPB (18).
Peristiwa tersebut bermula ketika kendaraan truk logistik yang membawa kelengkapan personil polisi di Kantor DPRD Bali tiba di Jalan Kusuma Atmaja dari arah utara.
Saat kendaraan yang dikemudikan oleh Aiptu I Wayan Harjana Ardiputra itu hendak memasuki Kantor DPRD Bali, kendaraannya langsung diserbu pengunjuk rasa.
Kendaraan itu langsung dilempari blok paving dan batu hingga Harjana sempat tidak sadarkan diri di dalam mobil truk itu.
“Saat korban (Harjana) masih dalam kondisi di dalam truk logistik terhadap para pengunjuk rasa melempari kendaraan korban dengan paving blok sampai korban tidak sadarkan diri di dalam kendaraan,” ungkap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy dalam keterangannya pada Selasa (2/9/2025).
Para tersangka disebut melakukan tindak kriminal yang hampir serupa seperti melempari truk polisi dan menjarah tongkat, rompi, dan tameng milik Polri.
Baca Juga: Demo Berujung Perusakan Jadi Alarm Bagi Wakil Rakyat Agar Jangan Hedon
Sementara saat ini Harjana masih dirawat di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.
“Ikut sebagai demostran, menjarah tameng, masker gas air mata Polri pada kendaraan mobil truckbox milik sat samapta Polresta Denpasar,”
Ariasandy juga mengungkap ada dua tersangka lain yang dijerat karena membawa bom Molotov di tengah kericuhan tersebut. mereka adalah tersangka berinisial MRF (18) dan MFH (18).
Mereka dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 Bis KUHP tentang Tindak Pidana Membahayakan Kemanan Umum bagi Orang atau Barang.
Sementara, satu tersangka lagi di TKP yang sama adalah seorang laki-laki berinisial ATP (18) dikenakan Pasal 363 ke-2e KUHP tentang tindak pencurian dengan pemberatan karena mencuri tameng milik Polri yang ada di truk logistik itu.
Saat ini kesembilan tersangka sudah ditahan di Rutan Mapolda Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa
-
Begini Cara Buronan Interpol Samarkan Diri Jadi Turis di Bali