SuaraBali.id - Kateryna Vakarova (21), seorang bule asal Ukraina, harus mengakhiri perjalanannya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah petugas Bea dan Cukai menggagalkan aksi nekatnya menyelundupkan 2 kilogram narkoba jenis baru, 4-Chloromethcathinone (4-CMC), pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Kecurigaan petugas sudah muncul sejak awal Kateryna menginjakkan kaki di Terminal Kedatangan Internasional.
Gerak-geriknya yang ganjil membuat ia menjadi target pengawasan.
"Petugas Bea Cukai meningkatkan pengawasan saat pelaku melewati area pemeriksaan," ungkap sebuah sumber, pada Rabu, 13 Agustus 2025 sebagaimana diwartakan beritabali.com - jaringan suara.com.
Firasat petugas terbukti benar. Ketika koper milik perempuan putus sekolah itu melewati mesin X-ray, alarm berbunyi keras, menandakan adanya benda tak wajar.
Tanpa perlawanan, pemilik paspor GL950XXX itu hanya bisa pasrah saat petugas membongkar isi kopernya.
Di dalamnya, ditemukan bungkusan berisi padatan putih yang tersembunyi rapi.
"Barang bukti berupa padatan putih itu disimpan rapi di dalam koper. Dari hasil uji laboratorium memastikan barang tersebut adalah 4-CMC, narkotika jenis baru,” kata sumber tersebut.
Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa narkoba senilai miliaran rupiah itu rencananya akan diedarkan di jantung pariwisata Bali, dengan sasaran utama para wisatawan mancanegara.
Baca Juga: TPA Suwung Ditutup Dan Jadi Taman Kota? Ini Rencana Ambisius Gubernur Koster
Hal ini mengindikasikan bahwa Kateryna bukanlah pemain tunggal.
"Pelaku diduga bagian dari jaringan narkoba internasional. Selanjutnya petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali untuk penyelidikan lebih lanjut," ungkap sumber itu lagi.
Pihak BNNP Bali pun telah mengonfirmasi pelimpahan kasus ini. Humas BNNP Bali, Made Dwi Widya Saputra SE, menyatakan bahwa pelaku kini dalam proses penyelidikan mendalam untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
"Memang ada pengungkapan kasus segera akan dirilis," bebernya, Rabu (13/8/2025).
Aksi penyelundupan ini sekali lagi menjadi bukti bahwa Bali masih menjadi target utama bagi sindikat narkoba internasional yang terus mencoba berbagai cara untuk memasukkan barang haram ke Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Gubernur Koster Tegas: Jangan Biarkan AI Hapus Kecerdasan Budaya Bali
-
Tiba di Lombok, Putri Mahkota Swedia Langsung Disuguhi Minuman Racikan 11 Rempah
-
Penyebab Antrean Belasan Kilometer di Pelabuhan Ketapang Terungkap
-
Spesial bagi Nasabah, BRI Hadirkan Promo Menarik di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Air PDAM Mati Saat Kebakaran Pura di Klungkung, Warga Lakukan Aksi Dramatis Padamkan Api