Konvoi truk-truk militer Jepang segera bergerak, membelah jalan-jalan pulau, menuju kota-kota di seluruh penjuru, termasuk Kota Negara di Jembrana.
Di atas truk-truk itu, duduk barisan tentara asing yang riuh bersorak-sorai pada penduduk yang mereka lewati.
Sebagian besar warga Bali hanya bisa berdiri di tepi jalan, terpaku dalam keheranan. Mereka menyaksikan sosok-sosok asing ini melaju ke arah barat.
Postur tubuh mereka lebih pendek, dengan mata sipit yang khas.
Mereka mengenakan seragam cokelat tua, namun yang paling mencolok adalah topi mereka.
Sebuah topi aneh dengan kain lebar menjuntai di bagian belakang, menutupi tengkuk.
Topi berekor ini selalu berkibar jika tertiup angin, menjadi penanda visual yang ganjil dari era baru yang baru saja dimulai.
Kala itu, di antara sorak-sorai tentara dan deru mesin truk, masyarakat Bali menjadi saksi bisu.
Satu penjajah telah pergi dengan meninggalkan bara, dan penjajah lain datang dengan kibaran topi berekor, membawa janji dan ancaman yang belum mereka pahami.
Baca Juga: Fase Purnama, Awas Banjir Rob di Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Trump Lihat Isi Zhongnanhai, 'Gedung Putih' China Super Rahasia dan Tertutup untuk Publik
-
Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari
-
Derita Pedagang di Mataram: Omzet Anjlok Akibat Bau Menyengat Tumpukan Sampah
-
Status Kritis! Danau-Danau di Bali Terancam Mati Akibat Pencemaran
-
Bali Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pakai Teknologi Canggih Tiongkok