Konvoi truk-truk militer Jepang segera bergerak, membelah jalan-jalan pulau, menuju kota-kota di seluruh penjuru, termasuk Kota Negara di Jembrana.
Di atas truk-truk itu, duduk barisan tentara asing yang riuh bersorak-sorai pada penduduk yang mereka lewati.
Sebagian besar warga Bali hanya bisa berdiri di tepi jalan, terpaku dalam keheranan. Mereka menyaksikan sosok-sosok asing ini melaju ke arah barat.
Postur tubuh mereka lebih pendek, dengan mata sipit yang khas.
Mereka mengenakan seragam cokelat tua, namun yang paling mencolok adalah topi mereka.
Sebuah topi aneh dengan kain lebar menjuntai di bagian belakang, menutupi tengkuk.
Topi berekor ini selalu berkibar jika tertiup angin, menjadi penanda visual yang ganjil dari era baru yang baru saja dimulai.
Kala itu, di antara sorak-sorai tentara dan deru mesin truk, masyarakat Bali menjadi saksi bisu.
Satu penjajah telah pergi dengan meninggalkan bara, dan penjajah lain datang dengan kibaran topi berekor, membawa janji dan ancaman yang belum mereka pahami.
Baca Juga: Fase Purnama, Awas Banjir Rob di Bali
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup
-
Terjadi Gempa Bumi Flores, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak
-
Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT