SuaraBali.id - Purnama bukan sekadar tanggal di kalender Bali.
Ia dipercaya sebagai hari di mana Sang Hyang Chandra (Dewa Bulan) dan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) melimpahkan cahaya dan berkah-Nya ke dunia.
Pada hari ini, energi alam semesta diyakini berada pada puncaknya, menjadikannya momen yang paling baik untuk melakukan penyucian diri, memanjatkan doa, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta
Lalu, apa saja yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali saat Purnama tiba?
1. Persembahyangan Bersama (Matirtha Yatra)
Inti dari perayaan Purnama adalah persembahyangan. Sejak sore hari, umat akan berbondong-bondong menuju pura dengan mengenakan pakaian adat yang didominasi warna putih, simbol kesucian.
- Di Pura Keluarga (Merajan/Sanggah): Ritual pertama biasanya dimulai dari lingkup terkecil, yaitu pura keluarga. Setiap keluarga akan menghaturkan sembah di hadapan leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi.
- Di Pura Desa dan Pura Kahyangan Jagat: Setelah itu, persembahyangan dilanjutkan di pura-pura yang lebih besar, seperti Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem (Pura Kahyangan Tiga), atau bahkan di Pura Kahyangan Jagat (pura besar seperti Besakih, Uluwatu, atau Lempuyang). Suasana pura akan dipenuhi aroma dupa, suara genta pemangku, dan lantunan kidung suci yang menenangkan jiwa.
Tujuan utama persembahyangan ini adalah untuk mengucapkan rasa syukur (angayubagia) atas berkah yang telah diterima, serta memohon keselamatan dan kerahayuan bagi seluruh alam semesta.
2. Menghaturkan Banten (Persembahan Suci)
Persembahyangan tidak akan lengkap tanpa banten atau persembahan. Saat Purnama, banten yang dihaturkan biasanya lebih istimewa dibandingkan hari biasa.
Baca Juga: Melihat Hasil Positif Teba Modern di Bangli, Solusi Sampah Agar Tak Berakhir di TPA
- Canang Sari: Persembahan harian yang paling dasar, namun saat Purnama biasanya diisi dengan bunga-bunga terbaik dan dilengkapi dengan canang pesucian dan canang genten.
- Banten Pejati atau Daksina: Ini adalah persembahan yang lebih utama, sebagai simbol perwujudan Tuhan dan rasa bakti yang tulus.
- Ajengan dan Buah-buahan: Umat juga mempersembahkan nasi, lauk-pauk, serta buah-buahan segar sebagai wujud syukur atas kemakmuran yang diberikan.
Setiap elemen dalam banten memiliki makna filosofis yang mendalam, merepresentasikan seluruh isi alam semesta yang dipersembahkan kembali kepada sumbernya.
3. Melukat (Ritual Penyucian Diri)
Karena Purnama adalah hari yang baik untuk penyucian, banyak umat Hindu Bali yang melakukan ritual melukat. Melukat adalah prosesi pembersihan diri secara lahir dan batin (sekala dan niskala) menggunakan air suci (tirta).
Umat akan mengunjungi sumber-sumber air yang disucikan seperti mata air (kelebutan), campuhan (pertemuan dua sungai), atau pura dengan pemandian suci seperti Pura Tirta Empul di Gianyar. Dengan mengguyur tubuh di bawah pancuran air suci sambil memanjatkan doa, mereka berharap segala kotoran, penyakit, dan energi negatif dalam diri dapat dilebur dan digantikan dengan kesucian.
4. Menjaga Perilaku dan Pikiran
Lebih dari sekadar ritual fisik, esensi Purnama terletak pada pengendalian diri. Pada hari ini, umat dianjurkan untuk:
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga