Situasi di lapangan semakin pelik. Meskipun Sekutu telah mengumumkan kekalahan Jepang, tentara Dai Nippon masih bercokol di Jembrana, menolak untuk pergi.
Dalam sebuah manuver politik yang aneh, mereka bahkan menawarkan kesepakatan kepada pemerintah lokal: mereka bersedia membantu melawan Belanda jika diberi pasokan makanan.
Musuh kemarin, kini menawarkan diri menjadi sekutu sementara.
Di tengah kebingungan antara ancaman lama dan baru inilah, sikap tegas akhirnya datang dari para pemimpin Republik Indonesia yang baru terbentuk di Bali.
Arah perjuangan diluruskan kembali. Seperti yang dituturkan dalam memoarnya, Nyoman Sirna mengenang momen krusial tersebut.
Dalam Biografi Drs. I Nyoman Sirna MPH, "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian", yang ditulis Indrawati Muninjaya, Nyoman Sirna menuturkan, belakangan, sikap pemerintah Republik Indonesia berubah menjadi menentang tegas pendudukan Jepang.
Pemerintah Indonesia di Bali meminta Jepang menyerahkan senjatanya, namun Jepang menolak.
Momen penolakan itulah yang menegaskan segalanya.
Kemerdekaan yang telah diproklamasikan di Jakarta ternyata bukanlah sebuah hadiah yang diterima begitu saja.
Baca Juga: Fase Purnama, Awas Banjir Rob di Bali
Di pelosok-pelosok negeri seperti di Jembrana, kemerdekaan harus kembali direbut, didefinisikan, dan dipertahankan dengan darah dan keberanian.
Bagi Nyoman Sirna dan para pemuda Bali, perjuangan baru saja dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Nobar Film 'Pesta Babi' di Unram Dibubarkan, Wakil Rektor: Saya Hanya Menjalankan Perintah
-
BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Desa dengan Jangkauan Lebih dari 1,18 Juta Agen
-
Ekosistem Holding UMi Dorong Literasi Keuangan dan Transformasi Pelaku Usaha Mikro
-
Mengapa Banyak Jemaah Haji Asal NTB Kehilangan Nafsu Makan? Ternyata Ini Penyebabnya
-
Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang