SuaraBali.id - Hingga Maret 2025, kemiskinan di Bali masih tinggi meski sudah tergolong turun.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat masih ada 173,24 ribu penduduk miskin di Bali.
Adapun Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, persentase penduduk miskin di Bali ini sebanyak 3,72 persen.
“Jumlah penduduk miskin di Bali sebanyak 173,24 ribu orang, angka ini mengalami penurunan 2,97 ribu orang jika dibanding September 2024 yang saat itu tercatat 176,21 ribu orang,” kata dia Jumat (25/7/2025).
“Penghitungan kami, Maret 2025 tingkat kemiskinan Bali mencapai 3,72 persen, persentase penduduk miskin yang 3,72 persen ini tercatat turun 0,08 persen poin karena sebelumnya (September 2024) kemiskinan Bali 3,8 persen,” katanya lagi.
Kepala BPS Bali menjelaskan 173 ribu penduduk tersebut dikatakan miskin, sebab belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Adapun garis kemiskinan di Bali Maret 2025 Rp607.842 per kapita per bulan atau Rp2.972.372 per rumah tangga dengan rata-rata anggota 5 orang.
“Jadi 173 ribu orang berarti dia belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, itu kan diukur dari sisi ekonomi berupa uang, kalau dari pengeluarannya berarti 173 ribu penduduk itu pengeluarannya di bawah Rp607.842,” ujar Agus Gede.
BPS Bali mengambil jumlah pengeluaran penduduk ini sebagai proxy pendapatan, dengan asumsi jumlah pengeluaran seseorang akan sebanding dengan pendapatannya.
Baca Juga: Uji KIR Gratis Dihindari, Ribuan Kendaraan Diduga Tak Layak Jalan Jadi Ancaman
Lebih jauh, data statistik menyebut penyumbang dominan kemiskinan di Pulau Dewata adalah kelompok makanan dengan 68,98 persen terdiri dari beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, dan kue basah.
Sementara 31,02 persennya adalah bukan makanan seperti perumahan, bensin, upacara agama, listrik, dan pendidikan.
Dari jumlah 173 ribu lebih penduduk miskin ini, BPS Bali menemukan lebih banyak mereka berada di pedesaan daripada perkotaan, namun tahun ini ada penurunan 0,14 persen di pedesaan.
“Maret 2025 penurunannya lebih besar di pedesaan, tren sebelumnya itu penurunannya lebih cepat di perkotaan karena ekonomi Bali dominan digerakkan sektor jasa dan sektor jasa adanya di perkotaan sementara di desa pertanian,” kata Agus Gede.
Meskipun masih ada kemiskinan di Bali, Provinsi Bali mencatat persentase kemiskinan terendah di Indonesia, bahkan jauh di bawah rata-rata nasional yang sebesar 8,47 persen.
“Kalau kita lihat kondisi Bali dibanding provinsi lain di Indonesia maka Bali patut berbangga, kaitan dengan pembangunan keseluruhan sudah inklusif, kue ekonomi atau pertumbuhan triwulan I capai 5,52 persen diiringi turunnya angka kemiskinan jadi dinikmati sebagian besar penduduk miskin,” ujar Agus Gede. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka