Mereka juga dirayu dengan modus jika bank tersebut digunakan para pengusaga.
Para korban juga dipandu oleh para marketing untuk membuka rekening dengan mobile banking.
Para korban juga diberi saldo sebesar Rp300 ribu hingga Rp 500 ribu saat mereka baru membuka rekening.
“Kalau korban sudah ratusan juga tapi yang kami sudah periksa baru tiga orang dari orang-orang yang sudah kami datakan. Dari situ kami cocokan keterangan mereka, dan mereka dibujuk dan diupah Rp500 ribu per rekening,” papar Ranefli.
“Ada tukang ojek online dan penjaga toko rata-rata (yang menjadi korban) orang yang memang secara ekonomi kurang mampu,” imbuh dia.
Polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa 90 buah ponsel berbagai merek. 15 ponsel tersebut di antaranya sudah teregistrasi dengan mobile banking. Selain itu, ada 16 buah kartu ATM, 2 buah buku tabungan, dan 5 buku yang berisi catatan pesanan pelanggan.
Selain itu, Polda juga masih memburu terduga jaringan berinisial M yang saat ini berstatus buron.
Akibat perbuatannya, mereka diancam dengan pasal berlapis yakni Pasal 65 ayat (1), Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dengan ancaman maksimal penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Baca Juga: 10 Pemain Bali Bulldogs Takluk dan Duel Sengit Merebut Puncak di Bali Masters League
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida