SuaraBali.id - Kepolisian Daerah (Polda) Bali meringkus enam orang tersangka yang terlibat dalam kasus pencurian data pribadi.
Sindikat tersebut mengumpulkan data pribadi masyarakat dengan meminta membuat rekening dengan imbalan memberi Rp300-500 ribu kepada korbannya.
Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Ranefli Dian Chandra menjelaskan jika modus tersebut sudah dilakukan oleh September 2024 oleh para tersangka.
Dia menyebut jika keenam pelaku yang beroperasi di Bali berperan sebagai perantara untuk menyerahkan data yang diperoleh kepada seseorang berinisial M yang berada di Kamboja.
Data-data yang diperoleh itu nantinya digunakan untuk valas saham, judi online, dan pengelabuhan SPT. Ranefli menyebut sudah ada ratusan data pribadi yang berhasil mereka peroleh sejak beroperasi.
Keenam tersangka yang terlibat di antaranya berinisial CP (44), SP (21), RH (43), NZ (21). FO (24), dan PF.
CP berperan sebagai kepala dari tersangka lainnya, sementara kelima orang lainnya berperan sebagai admin dan marketing.
Pada mulanya, CP berkenalan dengan seseorang berinisial AW yang saat itu sedang berlibur di Bali.
CP yang awalnya bekerja sebagai penyuplai kain di Bali, ditawari untuk bekerja dengan modus tersebut oleh AW.
Baca Juga: 10 Pemain Bali Bulldogs Takluk dan Duel Sengit Merebut Puncak di Bali Masters League
Akhirnya, CP juga yang melakukan perekrutan terhadap 5 tersangka lain dan mengoperasikan bisnis ilegal tersebut hingga berjalan hampir setahun.
Para pekerjanya disebut memperoleh Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk setiap data yang diperoleh.
Sementara, omzet bisnis tersebut sejak dimulai diperkirakan sudah mencapai ratusan juta karena sudah ada ratusan rekening yang mampu dibuat oleh para pelaku.
“Sampai saat ini sudah mengumpulkan ratusan data rekening dan data pribadi nasabah. Para tersangka menjelaskan bahwa rekening-rekening tersebut akan dipergunakan untuk valaas saham, termasuk penampungan dana judi online dan pengelabuan pajak tahunan,” ujar Ranefli saat konferensi pers di Mapolda Bali, Rabu (9/7/2025).
Ranefli menyebut jika sudah ada tiga saksi yang melapor menjadi korban dari modus tersebut. Meski begitu, para saksi tidak mengalami kerugian materiil akibat hal itu.
Namun, para pelaku disebut sengaja mengincar warga menengah ke bawah di Bali untuk menjadi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
5 Fakta Terbaru Penanganan Kejahatan Turis Asing di Pulau Dewata
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas IX Halaman 110 Kurikulum Merdeka: Hati-Hati Tukang Tipu!
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 98 Kurikulum Merdeka: Membuat Sorbet Buah
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas X Halaman 22 Kurikulum Merdeka : Data, Informasi dan Validasi
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain