SuaraBali.id - Nama Arnold Putra kembali menjadi perbincangan hangat di kancah nasional dan internasional.
Dikenal sebagai desainer, selebgram, dan petualang digital, sosoknya tak pernah lepas dari kontroversi.
Kali ini, ia diduga kuat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial AP yang ditahan di Myanmar atas tuduhan serius, menambah panjang daftar kontroversi yang melekat pada dirinya.
Siapa Arnold Putra?
Lahir di Jakarta pada tahun 1995, Arnold Putra adalah seorang desainer dan influencer yang dikenal dengan gaya hidup mewah, eksentrik, dan karya-karyanya yang kerap menantang norma.
Sejak muda, ia telah terjun ke dunia mode, didorong oleh sang ibu.
Arnold membangun citra sebagai figur yang gemar mengeksplorasi hal-hal tak biasa, termasuk ketertarikannya pada budaya pedalaman dan perjalanan ekstrem ke wilayah-wilayah rawan konflik.
Di media sosial, khususnya Instagram, ia kerap membagikan potret kehidupannya yang glamor, perjalanannya ke berbagai belahan dunia, serta karya-karyanya yang provokatif, yang membuatnya mendapatkan julukan sebagai "selebgram kontroversial".
Rentetan Kontroversi yang Melekat
Baca Juga: Dua Warga Bali Jadi Korban TPPO di Myanmar, Pemprov Bingung Mau Pulangkan Atau Tidak
Sebelum terseret kasus di Myanmar, nama Arnold Putra telah beberapa kali memicu kegaduhan publik. Berikut adalah beberapa kontroversi terbesarnya:
- Tas dari Tulang Belakang Manusia: Salah satu kontroversi paling awal yang melambungkan namanya adalah ketika ia merancang dan menjual sebuah tas tangan yang diklaim terbuat dari tulang belakang manusia dan lidah buaya.
- Meskipun Arnold menyatakan bahwa tulang tersebut diperoleh secara etis dari surplus medis di Kanada, karyanya tetap memicu kecaman luas terkait etika.
- Dugaan Pembelian Organ Manusia: Pada tahun 2022, namanya dikaitkan dengan kasus pengiriman organ manusia yang digagalkan oleh polisi federal Brasil.
- Sebuah paket berisi tangan dan plasenta manusia yang dikirim dari Brasil ke Singapura diduga ditujukan kepadanya, yang memicu penyelidikan internasional.
- Seragam Pemuda Pancasila di Paris Fashion Week: Arnold kembali menuai kritik tajam saat mengenakan pakaian yang terinspirasi dari seragam organisasi massa Pemuda Pancasila di ajang Paris Fashion Week. Langkah ini dianggap tidak sensitif oleh banyak pihak mengingat sejarah organisasi tersebut.
- Konten di Wilayah Konflik: Kegemarannya sebagai "petualang digital" yang kerap membuat konten di wilayah-wilayah berbahaya kini menjadi sorotan utama terkait dugaan penahanannya di Myanmar.
Diduga Ditahan di Myanmar
Spekulasi mengenai keterlibatan Arnold Putra dalam kasus di Myanmar mulai mencuat setelah anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, mengangkat isu adanya seorang WNI yang ditahan di sana.
WNI tersebut, seorang kreator konten, dituduh mendanai kelompok pemberontak.
Kementerian Luar Negeri RI kemudian mengonfirmasi bahwa seorang WNI berinisial AP ditangkap pada 20 Desember 2024 dan telah divonis hukuman tujuh tahun penjara.
AP dijerat dengan tiga undang-undang sekaligus, yaitu UU Anti-Terorisme, UU Keimigrasian, dan UU Perkumpulan yang Melanggar Hukum (Unlawful Associations Act).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern