SuaraBali.id - Asia Tenggara kini menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik global, terutama setelah memanasnya konflik di Laut China Selatan yang melibatkan China.
Di tengah ketegangan ini, Amerika Serikat terus memperbesar pengaruhnya di kawasan ini, salah satunya melalui kehadiran militer yang strategis.
Ini menimbulkan pertanyaan besar: seberapa dekat kehadiran militer AS dengan Indonesia, dan apa implikasinya bagi kedaulatan serta stabilitas nasional?
Meskipun Amerika Serikat secara resmi tidak memiliki pangkalan militer permanen di Asia Tenggara, faktanya militer AS memiliki akses terbatas namun strategis yang ditempatkan di sejumlah negara di kawasan ini.
Keberadaan ini, meski tidak dalam bentuk pangkalan tetap, tetaplah merupakan bentuk proyeksi kekuatan yang signifikan.
Daftar pangkalan militer AS di Asia Tenggara memang tidak mencakup Indonesia secara eksplisit sebagai lokasi pangkalan permanen, namun perlu diingat bahwa "akses strategis" ini bisa berarti berbagai bentuk kerja sama militer, latihan gabungan, atau fasilitas logistik yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
1. Filipina
AS menempatkan pangkalan militer di Filipina, salah satunya karena lokasi yang strategis dan berbatasan dengan Laut China Selatan. AS bersama Filipina memegang Perjanjian Pertahanan Bersama (MDT) dan Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Peningkatan Kerja Sama Pertahanan (EDCA) sehingga militer Negeri Paman Sam bisa beroperasi terbatas di sana.
Melansir Antara, penolakan pangkalan militer di Filipina oleh Profesor Roland G. Simbulan dari University of the Philippines (UP) saat berbicara pada peluncuran edisi ketiga 'The Bases of Our Insecurity' dalam forum media di Kota Quezon, baru-baru ini menjadi isu yang berhubungan dengan kondisi kawasan Asia Tenggara terkait memanasnya situasi Laut China Selatan. Dia menyoroti bagaimana pangkalan-pangkalan ini mengubah Filipina menjadi pangkalan terdepan bagi Amerika, yang secara khusus menargetkan Tiongkok. Pangkalan EDCA baru, yang sebagian besar berlokasi di Taiwan, akan menarik Filipina ke dalam lingkaran ketegangan AS-Tiongkok.
Baca Juga: Perang Dunia 3 Mengancam: Benarkah Indonesia Bebas, atau Justru di Posisi Rentan?
2. Singapura
AS diketahui tak memiliki pangkalan militer permanen di Singapura. Namun, kedua negara ini memiliki kerja sama yang kuat di bidang militer. Melansir Indo Pacific Defense Forum, Angkatan Bersenjata Singapura (Singapore Armed Force – SAF) dan Pasukan Rotasi Marinir Amerika Serikat-Asia Tenggara melakukan latihan Valiant Mark pada pertengahan Desember 2024 untuk memperkuat interoperabilitas dan kemitraan di antara kedua pasukan
Latihan selama lima hari di Singapura itu meningkatkan kerja sama di Indo-Pasifik, memperkuat hubungan di antara personel, dan mempersiapkan berbagai unit untuk keterlibatan pelatihan di masa mendatang. “Tujuan Valiant Mark 24 adalah untuk meningkatkan interoperabilitas kami dengan mitra SAF dan untuk memperkuat ikatan kami dengan Singapura sebagai sebuah negara,” ungkap Mayor Pasukan Marinir A.S. Jack McAndrews, perwira logistik Pasukan Rotasi Marinir.
3. Thailand
AS tidak mendirikan pangkalan militer di Thailand. Namun, mereka dapat mengakses sejumlah fasilitas militer Negeri Gajah Putih dengan perjanjian terbatas. Sebagai contoh, U-Tapao Royal Thai Navy Airfield digunakan oleh pesawat militer AS untuk logistik, evakuasi medis, dan operasi kemanusiaan. Sementara itu, Korat & Nakhon Ratchasima merupakan tempat latihan dalam program bersama seperti Cobra Gold.
4. Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi