Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 02 April 2025 | 14:13 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/4/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Namun, pertemuan tersebut baru akan disiapkan usai momen Idulfitri yang kini masih berlangsung ini usai.

“Nanti beberapa hari ke depan habis Idul fitri saya akan bertemu dengan MUI dan tokoh-tokoh umat Muslim, ada di NU dan Muhammadiyah dan termasuk organisasi lain,” papar Koster.

“Saya akan ajak duduk bersama untuk membahas hal seperti itu yang seperti di Jembrana kemarin,” imbuhnya.

Seperti yang sebelumnya diberitakan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan juga sudah menanggapi perihal kejadian tersebut.

Baca Juga: Gianyar, Bangli, Tabanan Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025

Dia memahami jika warga di Loloan adalah Umat Muslim keturunan Bugis yang memang sudah lama tinggal di Jembrana.

Kembang juga menyebut hal serupa bukan merupakan kali pertama terjadi.

Sehingga, dia menilai perlu mendiskusikan hal tersebut agar dapat menjaga suasana harmonis antar umat beragama di Jembrana.

“Kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Kita perlu mendiskusikan agar ke depannya lebih tertib dan harmonis,” ujar Kembang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada saat hari suci Nyepi beredar sebuah video yang menampilkan aktivitas warga di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, dan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Bali.

Baca Juga: Idul Fitri Terindah Luna Maya, Setelah Berlebaran Bersama di Bali Lalu Dilamar Maxime di Jepang

Hal ini pun viral di media sosial dan menuai perdebatan warganet.

Load More