Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 02 April 2025 | 14:13 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/4/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster menanggapi ramainya perdebatan soal aktivitas warga di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana dan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali pada saat Hari Raya Nyepi, Sabtu (29/3/2025).

Dalam video yang beredar di media sosial, nampak aktivitas warga berjalan seperti biasa meski pada malam Hari Raya Nyepi.

Pengendara sepeda motor juga nampak berlalu lalang, serta lampu yang menyala dengan terang.

Menanggapi hal tersebut, Koster menilai tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan saat Provinsi Bali yang tengah menjalankan Hari Raya Nyepi.

Baca Juga: Gianyar, Bangli, Tabanan Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025

“Saya kira itu tidak sepantasnya dilakukan seperti itu,” ujar Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/4/2025).

Kendati demikian, politisi PDIP itu menyadari jika masalah serupa perlu untuk disikapi dengan cara yang baik.

Hal tersebut mesti dilakukan agar tidak justru menimbulkan masalah yang baru.

“Tapi tentu harus menyikapi dengan cara yang baik supaya tidak menimbulkan persoalan. Jangan sampai menyelesaikan masalah, menimbulkan masalah baru,” tuturnya.

Koster telah menyiapkan rencana untuk bertemu tokoh-tokoh Islam yang ada di Bali.

Baca Juga: Idul Fitri Terindah Luna Maya, Setelah Berlebaran Bersama di Bali Lalu Dilamar Maxime di Jepang

Dia juga hendak bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Load More