SuaraBali.id - Pada periode musim mudik dan lebaran 2025, peningkatan mobilitas masyarakat akan terjadi.
Demikian pula kebutuhan akan kelancaran akses internet, panggilan dan pesan.
Namun momen hari raya di Bali tahun ini agak berbeda karena dua hari raya berbarengan pelaksanaannya, yaitu Idul Fitri dan Nyepi.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Nyepi di Bali selalu tanpa internet.
Tahun ini, besar kemungkinan akan dilakukan hal yang sama.
Namun demikian hingga saat ini, pihak provider selular masih menunggu arahan pemerintah daerah soal Keputusan shutdown internet saat Nyepi yang jatuh pada 29 Maret 2025.
Menurut VP Head of Technology Bali Nusra, Indosat Ooredoo Hutchison, I Gusti Ngurah Made Susilayasa pihaknya masih menunggu.
“Sampai saat ini kami belum menerima surat edaran dari pemda ataupun kementrian,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).
Kendati demikian pada dasarnya pihaknya pasti akan mengikuti aturan setempat dan menghormatinya, termasuk mematikan akses internet saat Nyepi.
Baca Juga: Ini Lokasi Istirahat Sementara Bila Terlambat Menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk Saat Nyepi
Seperti pada tahun sebelumnya, Indosat juga mematikan service data internet saat Nyepi selama 24 jam.
Kendati demikian untuk lokasi penting seperti halnya rumah sakit , akses internet masih bisa digunakan.
Ia pun memastikan tak ada delay atau jeda saat harus mengubah setelan internet dari shutdown ke normal setelah Nyepi, pasalnya esoknya adalah Idul Fitri dimana traffic meningkat hingga mencapai beban puncak.
“Kami sudah mempersiapkan script secara otomatis sehingga begitu aktif dia langsung aktif dan normal,” tegasnya.
Kendatipun ada masalah, pihaknya sudah mengantisipasi adanya tim yang bersiaga.
Kesiapan tersebut termasuk command centre selama 24 jam termasuk saat Nyepi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG