SuaraBali.id - Mulai hari ini, Selasa (4/3/2025), Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menggunakan kendaraan berupa mobil listrik.
Adapun mobil listrik yang digunakan Koster dan Giri Prasta bermerek BYD Seal. Adapun harga mobil ini mencapai Rp 600-700 jutaan.
Pemilihan kendaraan dinas berbasis listrik ini dipilih karena dianggap lebih hemat, sehingga ia mengajak instansi dan lembaga lainnya mengikuti jejak ini.
“Kan ada peraturan gubernur menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, jadi di periode kedua ini 2025-2030, akan didorong semua perkantoran, hotel, mal, bupati, wali kota, dan DPRD menggunakan kendaraan listrik sesuai pergub,” kata Koster.
Menurutnya pula harga mobil Listrik bermerek BYD Seal ini lebih murah dari kendaraan dinas biasanya yang bermerek Alphard yang dimiliki Pemprov Bali sebelumnya. Melansir laman auto2000.co.id, harga Toyota Alphard keluaran terbaru tahun 2025 harganya memang mencapai Rp 1,4 Miliar lebih.
Di tengah efisiensi anggaran ini, Pemprov Bali mengklaim bahwa biaya operasionalnya lebih murah daripada kendaraan konvensional berbahan bakar bensin.
Tetapi meskipun perawatannya tidak serumit kendaraan konvensional, saat ini Bali masih berproses memperbanyak titik SPKLU untuk mengisi daya kendaraan listrik dibantu PLN.
“Kalau menggunakan bensin jarak Jembrana-Denpasar itu perlu Rp300 ribu, ini cuma Rp50.000, jauh sekali lebih efisien,” ujarnya.
Untuk itu Wayan Koster-Giri Prasta pun mengajak semua pihak mengikuti jejaknya dimulai dari kepala daerah kabupaten/kota yang saat ini beberapa di antaranya telah menggunakan mobil hibrid sebagai kendaraan dinas.
Baca Juga: Sempat Digadang Golkar, Mahendra Jaya Tegaskan Tak Tertarik Maju Pilgub Bali
Menurut Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta prinsip utama dari penggunaan mobil listrik untuk menciptakan Bali ramah lingkungan dan dapat dimulai dari pemimpinnya.
“Saya kira kami akan coba, jadi bagaimana juga meluncurkan hari ini, sehingga ke depan ini bisa dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat, saya kira itu,” kata dia.
“Yang kedua efisiensi dari perda anggaran, kalau misalkan kita beli bensin bisa Rp1 juta lebih, kalau ini cukup Rp150 ribu,” sambung Giri. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA