SuaraBali.id - Seekor paus hidup ditemukan nelayan terdampar di perairan laut wilayah Desa Sambinasi Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (8/12/2024).
Paus tersebut akhirnya berhasil digiring kembali ke laut lepas pada Selasa (10/12).
"Digiring keluar sekitar pukul 17:00 Wita, pada pukul 18.00 Wita hingga 20.00 Wita dilakukan patroli sudah tidak tampak kembali, mudah-mudahan sudah kembali ke laut dalam," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT Arief Mahmud dihubungi dari Labuan Bajo, Selasa (11/12/2024).
Menurutnya upaya penyelamatan mamalia tersebut dilakukan petugas BBKSDA NTT, Polsek Riung, TNI, pemerintah setempat dan masyarakat menggunakan perahu motor milik masyarakat.
"Besok rekan-rekan di lapangan akan melakukan pengecekan lagi," ujarnya.
Penemuan ini terjadi Minggu (8/12) pukul 13:00 Wita seorang nelayan bernama Ansari Ashar melaporkan penemuan paus terdampar di Teluk Labuan Kelambu Desa Sambinasi Tengah kepada petugas Wilayah Riung Balai Besar KSDA NTT.
Petugas Resor langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Riung lalu bersama-sama menuju ke lokasi dan menemukan Paus yang terdampar memiliki panjang sekitar 15 meter dan masih dalam kondisi hidup.
Saat ditemukan paus tersebut memiliki 30 luka berbentuk bulatan dengan ukuran luka yang hampir sama di sepanjang punggung Paus.
Hasil pemeriksaan sementara Dokter Hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Ngada Fransiska Romana menyebutkan bahwa kondisi Paus secara umum masih normal, tanda vital Paus masih bagus, dengan semburan 5-9 menit sekali, respons mata dan kondisi ekor serta sirip kanan masih bagus, namun kondisi sirip kiri tidak bisa digerakkan.
Baca Juga: Identitas Turis yang Tewas Karena Pohon Tumbang, Monkey Forest Ditutup Sementara
"Jenis paus hingga saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut," katanya.
Kemungkinan penyebab Paus terdampar, lanjut dia, dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain karena gangguan navigasi yang dapat menyebabkan Paus bergerak ke perairan dangkal, adanya penyakit atau luka, penggunaan sonar bawah laut oleh kapal-kapal, dan atau penurunan kualitas air akibat pencemaran dan peningkatan sampah di lautan juga dapat memberikan pengaruh terhadap terdamparnya paus.
Perubahan iklim juga dapat mempengaruhi perubahan suhu air laut, aliran arus, dan mempengaruhi pola migrasi yang juga dapat memberikan dampak terhadap terdamparnya paus.
Selain di Teluk Labuan Kelambu, kejadian Paus terdampar di Provinsi NTT sepanjang tahun 2024 juga pernah terjadi di Pantai Pindu Hurani, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur pada awal November Tahun 2024 dengan kondisi mati.
Jika dalam kondisi mati, berada di daratan dan sulit untuk dipindahkan, maka untuk menghindari penyebaran penyakit karena pembusukan, Paus dapat dikubur atau dibakar apabila tidak memungkinkan untuk dikubur.
Apabila memungkinkan, bangkai Paus dapat dipindahkan ke laut lepas sehingga secara alami bangkai paus tersebut dapat berkontribusi pada rantai makanan laut menjadi sumber makanan bagi predator pada ekosistem laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu