Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Senin, 09 Desember 2024 | 14:03 WIB
Air terjun yang terlihat di lereng Gunung Agung pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut akibat hujan lebat, Selasa (9/12/2024). [ANTARA/Dokumentasi pribadi/Wayan Widi Yasa/Dewa KS Wiguna]

Seorang pemandu pendakian Gunung Agung Wayan Widi Yasa pun menjelaskan sejak beberapa hari terakhir hujan lebat melanda kawasan Gunung Agung dan diperkirakan titik air terjun dadakan itu lebih banyak dibandingkan saat musim hujan tahun sebelumnya.

Pemandu asal Dusun Sogra di kaki gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu pun menerima sejumlah pemesanan yang terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk.

Cuaca buruk yang membuat air terjun dadakan itu terlihat di sejumlah titik termasuk pada ketinggian sekitar 2.100 MDPL di jalur pendakian Pasar Agung dan aliran air itu mengalir di jalur-jalur lahar yang saat musim kemarau mengering.

Kendati pemandangan tersebut menarik, namun sebenarnya bisa berbahaya karena hujan lebat berpotensi membuat jalur pendakian menjadi lebih licin, tanah labil dan mengganggu jarak pandang.

Baca Juga: Meski Dipulangkan Sebagai Tahanan, Australia Berhak Memberi Pengampunan Kepada Napi Bali Nine

“Ada empat grup termasuk turis dari Portugal yang harus membatalkan pendakian karena cuaca buruk dan jalur licin sehingga itu berisiko,” kata Widi yang juga Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Sebudi, Karangasem itu.

Ia pun meminta calon pendaki atau pecinta alam berkoordinasi dengan pemandu lokal setempat di masing-masing pos pendakian di antaranya Pengubengan, Edelwis, Pasar Agung hingga pos Pucang, sebelum berencana melakukan pendakian untuk memastikan keamanan dan keselamatan. (ANTARA)

Load More