SuaraBali.id - Pembangunan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) yang akan dibangun di atas lahan seluas 11 hektare bagi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Huntara ini rencananya akan diisi 5 kepala keluarga dan tiap keluarga mendapatkan kamar khusus.
Lahan pembangunan rumah huntara merupakan lahan milik warga Desa Konga dan berada di dua hamparan dengan total seluas 11 hektare.
Satu unit rumah huntara yang akan dihuni lima kepala keluarga berukuran panjang enam meter dan lebar 18 meter. Terdapat satu kamar khusus bagi setiap keluarga dan rumah huntara memiliki lantai cor, konstruksi baja ringan dan beratap seng.
Terdapat juga sekolah darurat, ruang serba guna, dan ruang ibadah dalam pembangunan rumah huntara.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut pembangunannya kini sudah dimulai.
"Semuanya kita lakukan secara bersamaan ya, jadi paralel baik itu hunian tetap nanti kita akan cek, hunian sementara sudah dimulai sambil menunggu tenaga kerja bantuan dari TNI," katanya saat meninjau pembangunan rumah huntara di Desa Konga Kecamatan Titehena, Minggu (24/11/2024).
Huntara bagi 2.079 kepala keluarga itu dibangun secara bertahap, dan akan segera ditempati oleh para penyintas yang saat ini berada di berbagai posko pengungsian maupun yang memilih mengungsi mandiri di rumah kerabat.
Ia pun memastikan bahwa huntara dapat ditempati pada awal tahun 2025.
Baca Juga: Dari Pos Pengungsian Gunung Lewotobi, Warga Tetap Dukung Dan Semangati Timnas Indonesia
"Nanti satu blok jadi langsung digunakan, tadi dari BNPB, panitia pelaksana sudah menyanggupi akan selesai dalam waktu dua bulan, karena sebentar lagi kita akan menghadapi musim hujan jadi semaksimal mungkin di saat Nataru posisi pengungsi sudah ada di huntara," katanya.
Sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, secara teknis satu rumah huntara akan ditempati sebanyak lima kepala keluarga.
"Kami akan bangun minimal 400 huntara. Kami mengerahkan TNI 200 orang dibagi menjadi 15-20 tim, karena dalam satu huntara itu membutuhkan enam orang, pengerjaan selama seminggu," katanya.
Ia menambahkan, jika pembangunan rumah huntara telah mencapai puluhan unit, maka akan langsung ditempati oleh para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Sehingga kehidupan langsung sudah bisa berjalan," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar