Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi | Lilis Varwati
Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:56 WIB
Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke daerah melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraBali.id - Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus menggenjot tambahan modal Pembangunan negara melalu investasi luar negeri. Dalam upaya menggaet investor ini maka diluncurkanlah layanan Golden Visa pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama 2014-2024.

Golden visa ini diresmikan Jokowi pada 25 Juli 2024 meskipun layanan ini sejatinya sudah berjalan sejak tahun 2023.

Golden visa adalah layanan izin tinggal selama 5-10 tahun kepada warga negara asing (WNA) yang telah berinvestasi maupun punya jasa khusus untuk Indonesia. Tentunya ada minimal jumlah investasi bagi WNA yang hendak mendapatkan golden visa.

WNA perorangan harus memberikan minimal 350.000 US dollar (setara Rp5,69 miliar) dan untuk korporasi 25 juta US dollar (setara Rp406 miliar). Namun pemerintah juga mengeluarkan golden visa global talent terjadap seseorang yang berjasa dalam Pembangunan negara.

Baca Juga: WNA Jerman Dan Rusia Mendaki Gunung Agung di Meskipun Sudah Ada Larangan

Adapun syarat mendapatkan golden visa tersebut harus melalui seleksi di Imigrasi dan ada syarat lain seperti halnya nilai investasi.

Sedangkan berdasarkan data Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM per Agustus 2024, di Indonesia suadh ada 500 pemegang golden visa dengan nilai investasi sebesar Rp 4 trilun.

"Sektor perbankan jadi yang paling banyak diminati oleh para WNA. Kita ditargetkan bisa mendapatkan sampai 1.000 pemegang golden visa hingga akhir tahun ini," kata Dirjen Imigrasi Silmy Karim dalam konferensi pers virtual pada Agustus 2024 lalu.

Presiden Jokowi optimis kalau golden visa akan banyak diminati para WNA karena kekayaan berbagai sumber daya yang ada di Indonesia namun ia menekankan agar proses seleksi pemberian golden visa dilakukan dengan sangat ketat.

Hal ini dimaksudkan agar investasi yang masuk tetap berguna bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Nekat Mendaki Ilegal Lewat Jalur Tikus, Turis Rusia Alami Patah Tulang di Gunung Rinjani

"Semua itu akan memberi banyak efek besar pada negara, mulai dari kesempatan kerja, transfer teknologi, peningkatan kualitas SDM dan lain-lain. Oleh sebab itu, harus benar-benar selektif, benar-benar diseleksi, harus benar-benar dilihat kontribusinya," tegas Jokowi.

Load More