SuaraBali.id - Kasus dugaan prostitusi sesama jenis di Istana Pink atau Pink Palace Spa di Jalan Mertasari, Kerobolan Kelod, Seminyak, Kuta, Bali kembali didalami.
Saat ini lokasi tersebut sudah dipasangi garis polisi dan polisi menyita dua unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk operasional spa milik warga negara Australia tersebut.
Mobil boks bertuliskan Pink Palace tersebut sudah diparkir di halaman belakang mapolda Bali dengan pembatas "police line." Disitanya mobil operasional itu dibenarkan Kabid Humas Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan.
"Ya, benar, kami amankan dua unit mobil operasional Pink Palace," cetusnya ke awak media, Rabu 2 Oktober 2024.
Saat ini kasus dugaan prostitusi berkedok Spa itu masih didalami. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan.
Namun untuk detail sejauh mana prosesnya, ia mengaku belum mendapat laporan resmi dari penyidik Ditreskrimum Polda Bali.
"Saya belum ada informasi lengkap tentang penanganan kasus tersebut. Namun menyangkut berkedok sebagai tempat esek-esek dan ditutup itu benar," ucap mantan Kapolresta Denpasar itu.
Berdasarkan hasil pengembangan, dua unit mobil yang diamankan tersebut digunakan untuk operasional tempat usaha. Yakni mengantarkan logistik ke Pink Palace, lalu The Goat Seminyak dan The Goat Legian, dan rumah makan barat Corner House di Seminyak.
Sedangkan diketahui pemilik Pink Palace Spa adalah pasangan suami Istri asal Australia berinisial MJ Le Grand (46) dan IYJ Le Grand (40).
Baca Juga: Tips Unik Konten Kreator Hindari Macet Canggu: Lewat Jalur Laut
Sebelumnya Ditreskrimum Polda Bali melakukan penggerebekan di Istana Pink atau Pink Palace yang terletak di Jalan Mertasari, Kerobokan Kelod, Badung belum lama ini.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan Manager, sejumlah pekerja seks komersial yang bertugas sebagai Therapis. Bahkan, Polisi juga mengamankan sejumlah pria kekar "berotot lunak."
Diketahui bahwa Istana Pink itu sudah lama menjalankan bisnis lendir tersebut. Selain beroperasi sekitar jam 11. 00 WITA hingga 23.00 WITA di lokasi prostitusi itu memiliki banyak pelanggan dan ramai didatangi pria asal warga negara asing.
Aktivitasi di dalam Istana Link layaknya SPA penyegaran tubuh umumnya. Istana Pink diduga menyediakan praktik kotor terkait adanya prostitusi sesama jenis. Selain sesama jenis, diduga kuat juga da juga biseks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali