SuaraBali.id - Harga bahan bakar Pertamax di Bali turun sebesar Rp850 dari Rp12.950 per liter menjadi Rp12.100 per liter. Hal ini terjadi karena penyesuaian tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Harga hari ini menyesuaikan dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebagai salah satu faktor penyusun harga,” kata Manajer Komunikasi, Relasi dan CSR Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi, Rabu (2/10/2024).
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada pasal 25 disebutkan tarif PBBKB ditetapkan sebesar lima persen.
Sedangkan harga baru itu berlaku untuk provinsi dengan tarif PBBKB sebesar lima persen.
BUMN bidang minyak dan gas bumi itu melakukan penyesuaian harga secara berkala untuk BBM non subsidi yang terakhir dilakukan pada 1 September 2024.
Sedangkan penurunan harga itu mulai berlaku sejak 1 Oktober 2024 mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari dalam kesempatan terpisah menambahkan pihaknya melakukan evaluasi harga BBM non subsidi secara berkala dengan harga yang bisa tetap, bisa naik atau bahkan harganya mengalami penurunan.
“Itu tergantung tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Untuk Oktober ini semua harga BBM non subsidi kami mengalami penurunan harga,” imbuh Heppy.
Selain pertamax, BBM non subsidi lain yang juga turun di antaranya Pertamax Turbo (RON 98) turun harga menjadi Rp 13.250 dari sebelumnya Rp14.475 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp13.650 menjadi Rp12.700 per liter.
Baca Juga: Banyak Dimanfaatkan WNA Nakal, Imigrasi Naikkan Batas Minimal Investasi 10 Kali Lipat
Sedangkan untuk Dexlite (CN 51) turun harga dari Rp14.050 menjadi Rp 12.700 dan Pertamina Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 13.150 per liter dari sebelumnya Rp14.550. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat