SuaraBali.id - Sembilan anggota Polri yang terlibat tindak pidana baik yang berdinas di Polda Bali, Polres/Polresta jajaran maupun di Polsek diberhentikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya.
"Polda Bali telah memberikan punishment/hukuman pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) kepada sembilan oknum anggota Polda Bali dan jajaran," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (11/9/2024).
tersebut pun sudah dilaksanakan secara resmi saat Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya memimpin apel pagi dihalaman depan Mapolda pada Senin (9/9).
Tak disebutkan secara rinci kesalahan sembilan anggota Polri tersebut dipecat. Namun, Jansen menyebutkan anggota yang dipecat terlibat tindak pidana kekerasan dan pelecehan seksual, penipuan dan pencurian, hingga penyalahgunaan narkoba dan perzinahan.
Rata-rata anggota yang dipecat terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, peran mereka dalam kasus tersebut tidak dijelaskan secara detail oleh Polda Bali.
Begitu pula kejelasan mengenai proses hukum bagi kesembilan anggota yang terlibat tindak pidana tersebut tidak dibeberkan oleh Jansen.
Berdasarkan data yang dihimpun sebagian besar anggota yang dipecat berpangkat Bripka atau Brigadir Polisi Kepala. Kesembilan anggota tersebut pun dicopot berdasarkan keputusan Kapolda Bali dengan waktu yang berbeda-beda.
Adapun anggota yang dicopot dari keanggotaannya sebagai Polri karena terlibat tindak kekerasan dan pelecehan seksual adalah Aiptu Mario Ferreira yang berdinas di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali.
Ada dua anggota yang terlibat tindak pidana pencurian yakni Bripda Putu Aditya Prabowo bertugas di Ditpolairud Polda Bali dan Bripka Komang Rai Puspa yang berdinas di Polres Jembrana.
Baca Juga: Peracik Narkoba di Gianyar Lulusan Kimia di Dubai Dan Jago Membuat Cairan Pembersih
Aipda Made Karma Wiryana yang berdinas di Polresta Denpasar dipecat atas tindak pidana perzinahan.
Lima orang lainnya yang dipecat karena terlibat penyalahgunaan narkoba yakni Bripka Nyoman Gede Yudiana bertugas di Yanma Polda Bali, Bripka Wayan Suartana berdinas di Polresta Denpasar, Bripka Nyoman Permana Kusuma yang berdinas di Polsek Kuta Selatan, Aipda Nyoman Sardika berdinas di Polres Buleleng, Bripka Nyoman Alit Astawa di Polres Badung.
"Kesembilan orang tersebut sesuai TMT (Terhitung Mulai Tanggal) sudah bukan merupakan anggota Polri lagi," kata Jansen.
Polda Bali merasa sangat menyesalkan adanya PTDH ini. Namun, oknum polisi tersebut sudah tidak bisa dibina lagi sehingga Kapolda Bali memutuskan untuk melakukan tindakan tegas memberhentikan dari anggota Polri.
Atas peristiwa tersebut, Jansen berharap seluruh anggota Polri maupun ASN Polda Bali dan jajaran untuk melaksanakan tugas dengan baik, iklas dan penuh rasa tanggung jawab. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6
-
Kenapa Berat Badan Naik Setelah Puasa? 5 Menu Buka Puasa Ini Bikin Kenyang Tanpa Nambah Lemak