SuaraBali.id - Bagi masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur, secangkir kopi bukanlah sekadar minuman penghilang dahaga atau penambah semangat. Minum kopi bersama telah menjadi tradisi yang sarat makna, menyatu erat dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai budaya mereka.
Kopi sebagai Simbol Keramahtamahan
Menjamu tamu dengan secangkir kopi pahit adalah ungkapan keramahtamahan yang paling dasar. Kopi menjadi jembatan penghubung antara tuan rumah dan tamu, menciptakan suasana hangat dan akrab. Selain itu, menyajikan kopi kepada orang yang lebih tua atau tamu istimewa adalah bentuk penghormatan dan penghargaan.
Ngopi bersama teman, keluarga, atau tetangga adalah waktu yang tepat untuk berbagi cerita, pengalaman, dan mempererat tali silaturahmi.
Kopi sebagai Ritual Adat
Kopi selalu hadir dalam berbagai upacara adat di Manggarai, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Kopi menjadi simbol kesucian, keberkahan, dan penghormatan kepada leluhur. Bagi masyarakat Manggarai, minum kopi bersama menjadi tanda dimulainya atau berakhirnya suatu acara penting.
Bagian dari Identitas Budaya
Tradisi minum kopi telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Manggarai. Kopi Manggarai, khususnya kopi Colol, memiliki cita rasa unik yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Masyarakat di sana percaya bahwa minum kopi pahit tanpa gula mengajarkan kita untuk menghargai kesederhanaan dan menikmati hidup apa adanya.
Baca Juga: Perempuan 17 Tahun di Manggarai Diperkosa Setelah Dibujuk Ikut Ke Kos
Selain itu proses pembuatan kopi yang membutuhkan kesabaran mengajarkan kita untuk menikmati setiap momen dan menemukan ketenangan dalam kesibukan.
Meskipun memiliki makna yang begitu dalam, tradisi minum kopi di Manggarai menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan gaya hidup, pengaruh budaya luar, dan pergeseran nilai-nilai.
Minum kopi bersama bagi orang Manggarai bukan hanya sekadar kegiatan sehari-hari, tetapi juga sebuah ritual yang sarat makna. Melalui secangkir kopi, mereka membangun hubungan sosial, memperkuat identitas budaya, dan menemukan kedamaian dalam kesederhanaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Terkuak! Saksi Kunci Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terima Rp35 Juta dari Kompol Yogi
-
Kepala Kanwil BPN Bali Resmi Jadi Tersangka, Ini Kasusnya!
-
Rahasia Gaya Gen Z 2026: 4 OOTD Viral Bikin Langsung Terlihat Stylish & Elegan
-
5 Alasan iPhone 17 Pro Max Masih Diburu di Awal 2026
-
7 Camilan Sehat Ini Bikin Kenyang Tanpa Takut Gemuk