SuaraBali.id - Sanur, nama yang begitu melekat dengan keindahan pantai dan ketenangannya, menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Dulunya, Sanur hanyalah sebuah desa nelayan kecil dengan kehidupan yang sederhana.
Namun, seiring berjalannya waktu, desa ini mengalami transformasi yang luar biasa hingga menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Bali.
Dulunya Desa Nelayan
Sebelum menjadi primadona pariwisata, Sanur adalah kampung nelayan yang tenang. Masyarakatnya hidup bergantung pada hasil laut.
Baca Juga: Terlihat Sederhanan Namun Sarat Makna, Ini Arti Tarian Rejang yang Ditarikan Perempuan
Mereka menangkap ikan, membuat garam, dan mengolah hasil laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehidupan yang sederhana dan kentalnya nuansa tradisional sangat terasa di desa ini.
Perubahan signifikan terjadi pada awal abad ke-20. Sanur mulai dilirik oleh para seniman dan penulis asing yang terpesona dengan keindahan alamnya yang masih perawan.
Mereka datang ke Sanur untuk mencari inspirasi dan ketenangan. Keindahan pantai dengan pasir putihnya yang lembut, deburan ombak yang menenangkan, dan matahari terbit yang memukau menjadi daya tarik utama.
Para wisatawan asing ini kemudian menyebarkan kabar tentang keindahan Sanur ke seluruh dunia. Hal ini membuat Sanur semakin dikenal dan menarik minat wisatawan dari berbagai negara.
Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, berbagai fasilitas wisata mulai dibangun di Sanur. Hotel-hotel mewah, restoran, dan pusat perbelanjaan bermunculan. Namun, pembangunan dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan budaya setempat.
Baca Juga: Asal Usul Penamaan Pantai Suluban yang Mempunyai Keunikan dari Tebingnya
Pemerintah dan masyarakat setempat juga berupaya menjaga keaslian Sanur. Beberapa tradisi dan upacara adat masih terus dilestarikan, seperti upacara Melasti yang dilakukan setiap tahun.
Berita Terkait
-
Dari Sate Pak Kempleng Hingga KRB Cafe, Ini 5 Wisata Kuliner Hits di Boyolali
-
Mengintip Kemegahan Masjid Al Jabbar, Tempat Ibadah yang jadi Salah Satu Wisata Religi di Bandung
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Bali United Incar 4 Pemain Timnas Indonesia yang Segera Habis Kontrak di Klub Luar Negeri
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Koster Perintahkan Pasar Tradisional di Bali Berhenti Gunakan Tas Kresek Saat Berjualan
-
Waspadai Cuaca Laut Saat Arus Balik Lebaran: Gelombang di Selat Bali dan Lombok Capai Dua Meter
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu