Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 04 Juli 2024 | 20:19 WIB
Prof Dr Ida Bagus Mantra

Fakultas Sastra Udayana tersebut diharapkan menjadi sumbert inspirasi dan motivasi di dalam menggali, mengajegkan, dan mempertahankan kebudayaan Bali.

Prof. Dr. Ida Bagus Mantra juga pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra, dan dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Udayana yang pertama. Dia juga menggagas terbentuknya Maha Widya Bhawana Institut Hindu Dharma (IHD) pada tanggal 3 Oktober 1963, yang sekarang menjadi Universitas Hindu Indonesia Denpasar.

Prof. Dr. Ida Bagus Mantra juga dipercaya oleh pemerintah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan. Kepemimpinannya yang mengagumkan inilah yang akhirnya mengusung Ida Bagus Mantra menduduki jabatan Gubernur Bali.

Pada periode pertama jabatannya (1978), ia menggulirkan kebijakan menetapkan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai Hindu. 

Baca Juga: Merger Picu Kontroversi, Nasib Para Karyawan Angkasa Pura di Ujung Tanduk?

Setelah purna tugas sebagai gubernur, Prof.Dr. Ida Bagus Mantra diberi kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai Duta Besar Luar Biasa di India untuk masa bakti tiga tahun (1989-1992).

Setelah masa bhakti sebagai duta besar berakhir dan masa bhakti sebagai guru besar sejarah kebudayaan di Fakultas Sastyra Universitas Udayana Denpasar pada tahun 1993.

Negara kembali memberikan kepercayaan kepada Ida Bagus Mantra sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) untuk masa bhakti tahun 1993-1998. Pada 10 Juli 1995, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra telah menghembuskan nafas terakhirnya di Denpasar.

Load More