Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 03 April 2025 | 14:47 WIB
Aktivitas jual beli di Pasar Bendul, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (3/4/2025). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

SuaraBali.id - Setelah lebaran, harga sejumlah kebutuhan pangan pokok di Bali mulai turun.

Hal ini terlihat di sejumlah pasar di Bali mengalami tren penurunan selama periode libur Lebaran 2025 karena diperkirakan pasokan mencukupi.

Yang terlihat saat ini mengalami penurunan adalah daging ayam.

“Harga daging ayam potong sekarang turun jadi Rp38 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu,” kata pedagang daging ayam Saifuddin di Pasar Bendul, Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: Tradisi Unik Lebaran di Lombok: Tradisi Tiu Sampai Lebaran Topat

Menurutnya, karena pasokan cukup, permintaan pun melandai dan harga pangan tersebut mengalami penurunan setelah Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 2025.

Tak hanya itu, harga cabai rawit merah juga mulai turun meskipun harganya masih pada kisaran yang terbilang tinggi rata-rata mencapai Rp120 ribu per kilogram.

Menurut Pedagang bumbu dapur Ketut Dilan, sebelumnya saat periode bulan puasa atau Ramadhan harga cabai rawit merah mencapai Rp130 ribu per kilogram.

Menurutnya harga cabai rawit merah sebelumnya naik karena faktor cuaca yang membuat pasokan pun berkurang.

Demikian pula dengan harga bawang merah saat ini rata-rata per kilogram mencapai Rp40 ribu setelah sebelumnya Rp50 ribu.

Baca Juga: Mahasiswa Pertanyakan Kerjasama Unud Dengan TNI, Rektor : Tidak Untuk Membawa Praktik Militer

Sedakan pedagang telur ayam ras, Kadek Emy menyebutkan saat ini harga telur per butir masih stabil mencapai Rp2.000 atau per kerat (isi 30 butir) mencapai Rp53 ribu hingga Rp54 ribu.

Load More