- Jalur mudik di Bali akan ditutup total selama 24 jam penuh pada Hari Raya Nyepi, Kamis, 19 Februari 2026.
- Pemudik yang khawatir terjebak dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi setempat selama kapasitas memungkinkan.
- Puncak arus mudik Bali diprediksi terjadi pada 17-18 Maret 2026, sehari sebelum penutupan total dimulai.
SuaraBali.id - Penutupan jalur mudik di Bali akan dilakukan selama 24 jam pada Hari Raya Nyepi, Kamis (19/2/2026) pekan depan.
Untuk mengantisipasi pemudik yang terjebak tak bisa menyeberang selama Nyepi, pemudik bisa menitipkan kendaraannya di kantor polisi setempat.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menjelaskan jika masyarakat dibolehkan untuk menitipkan kendaraannya di kantor polisi sepanjang jalur mudik selama kapasitas masih memungkinkan.
Penitipan bisa dilakukan sepanjang Hari Raya Nyepi hingga jalan dan jalur penyeberangan dibuka kembali.
Sebagai informasi, seluruh jalan dan jalur penyeberangan akan ditutup selama 24 jam mulai pukul 06.00 WITA.
“Silakan, selama Polsek ini masih bisa menampung ya karena kita lihat kondisi berbeda-beda ya,” kata Ariasandy saat ditemui usai Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung di Denpasar, Kamis (12/3/2026).
“Yang jelas properti pribadi yang penting termasuk kendaraan yang perlu pengamanan polisi silakan dikoordinasikan, dititipkan ke polsek,” imbuhnya.
Karena adanya penutupan tersebut, puncak arus mudik dari Bali diprediksi akan mencapai puncaknya pada 17-18 Maret 2026 atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Ariasandy juga mengimbau agar pemudik bisa melaksanakan perjalanannya sebelum Hari Raya Nyepi agar tidak terjebak jika tidak dapat menyeberang saat jalur sudah ditutup.
Baca Juga: PWNU Imbau Umat Muslim di Bali Tarawih dan Takbiran di Rumah Saat Nyepi: Tidak Mengurangi Pahala
“Jauh-jauh hari sebelum jam penutupan sudah mempersiapkan diri. Jangan sampai pas jamnya kemudian harus ditutup baru berangkat, ya pasti tidak akan bisa,” paparnya.
Dalam Operasi Ketupat Agung 2026, sebanyak 2.169 personil gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan selama periode Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik vital meliputi tempat ibadah, jalur mudik termasuk bandara, terminal, dan pelabuhan, serta tempat wisata.
Sebanyak 31 pos juga disebar di berbagai titik untuk memberikan pengamanan dan pantauan. Pos tersebut meliputi 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu.
“Mari kita rayakan Idulfitri dengan penuh kebersamaan, demikian juga untuk merayakan Hari Raya Nyepi dengan penuh kebersamaan dan persaudaraan,” kata Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Mau Mendaki Gunung Rinjani? Wajib Tahu 5 Aturan Baru Ini
-
Korupsi Sarung dan Mukena, Legislator Lombok Barat Dituntut 2 Tahun Penjara
-
Hery Gunardi: Perbankan Nasional Tetap Sehat dan Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
BRI Consumer Expo 2026 Siap Manjakan Pengunjung dengan Promo Finansial dan Hiburan Spektakuler
-
Waspada! Fenomena 'Super New Moon' Ancam Pesisir Bali, Cek Daftar Wilayah Terdampak