- PWNU Bali mengimbau Muslim salat tarawih dan takbiran di rumah saat Nyepi berbarengan Idul Fitri (19/2/2026).
- Umat Muslim dianjurkan beribadah dari rumah untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali.
- Jika ke masjid, Muslim diminta beribadah tanpa pengeras suara, penerangan dibatasi, dan langsung pulang.
SuaraBali.id - Momen Perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (19/2/2026) nanti diprediksi akan berbarengan dengan momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Karena itu, umat Muslim di Bali diimbau untuk melakukan salat tarawih dan takbiran dari rumah jika berjauhan dari masjid.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali mengajak umat Muslim di Bali untuk menjaga toleransi dengan turut menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali. Sehingga, umat Muslim diminta agar melaksanakan solat tarawih dari rumah masing-masing saat Hari Nyepi nanti.
Jika perayaan Takbiran jatuh pada Hari Raya Nyepi, umat Muslim juga diimbau untuk melaksanakan takbiran dari rumah masing-masing. Pemerintah sendiri baru akan menetapkan tanggal Hari Raya Idul Fitri setelah melalui Sidang Isbat pada Kamis (19/2026) mendatang.
“Alangkah baiknya kalau ibadah di rumah pada saat malam takbir maupun saat pelaksanaan solat tarawih kalau memang hari rayanya jatuh pada tanggal 20 Januari,” kata Ketua PWNU Bali, Abdul Azis saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Rabu (11/3/2026).
Azis juga menambahkan jika pelaksanaan ibadah tarawih atau takbiran dari rumah tidak mengurangi pahala yang diperoleh. Dengan beribadah berjemaah bersama keluarga juga dinilai dapat dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan.
“Saya kira tidak (tidak mengurangi pahala), jadi kembali pada kekhusyukan kita,” ujarnya.
“Jadi kita menghormati saudara kita umat Hindu, lalu kita melaksanakan takbiran maupun solat tarawih di rumah berjamaah dengan keluarganya saya kira tidak mengurangi kekhusyukan,” tambah Azis.
Imbauan senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali. Umat Muslim dipersilakan untuk beribadah di masjid saat Nyepi jika tinggal berdekatan dengan masjid.
Baca Juga: 5 Jurus Jitu Jaga Stamina Usai Makan Opor dan Sungkeman Lebaran
Namun, pelaksanaan ibadah juga diminta agar tanpa menggunakan pengeras suara dan penerangan yang dibatasi. Setelah selesai beribadah, umat juga diminta agar langsung pulang.
“Kita mengimbau kepada umat Muslim supaya tetap menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini,” ujat Ketua MUI Bali, Mahrusun Hadyono.
“Kalau ke masjid ke masjid atau musola yang terdekat untuk takbir atau tarawih. Kemudian jalan kaki, tidak menggunakan bunyi-bunyian apa pun termasuk pengeras suara,” tambahnya.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar toleransi antar umat beragama di Bali tetap berjalan demi kondusivitas bali yang terjaga.
Dia menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang mewakili setiap umat beragama di Bali untuk menjaga kerukunan jelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri nanti.
“Kita jaga Bali ini kondusif, nyaman, aman. Agar perayaan Nyepi dan Idul Fitri semua berjalan dengan baik. Seruannya saling menghormati satu sama lain, jaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama,” kata Koster.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai