- Balai TNGR NTB mengimbau wisatawan mematuhi aturan pendakian Gunung Rinjani demi menjaga keselamatan serta kelestarian kawasan konservasi tersebut.
- Pendaki wajib membawa perlengkapan lengkap, menggunakan pemandu berpengalaman, serta dilarang mendaki sendirian untuk mengantisipasi risiko bahaya di medan menantang.
- Aturan tambahan meliputi pendaki di bawah 17 tahun harus didampingi orang tua serta kewajiban meminimalisir sampah plastik selama kegiatan.
SuaraBali.id - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan para wisatawan untuk tetap mematuhi aturan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, demi keselamatan dan kelestarian kawasan wisata tersebut.
"Sebelum kamu melangkah, kenali dulu aturan penting demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan di Mataram, Jumat (12/6).
Ia mengatakan pendakian di kawasan wisata alam gunung Rinjani bukan sekadar destinasi, tapi kawasan konservasi dengan medan yang menantang.
Oleh karena itu, para pengunjung atau wisatawan untuk tetap mematuhi ketentuan ketentuan wajib bagi para pendaki di antaranya minimal 2 orang dalam 1 kelompok.
"Artinya jangan mendaki sendirian, karena rekan pendakian sangat penting untuk saling menjaga saat situasi darurat," katanya.
Selanjutnya, pengunjung wajib menggunakan pemandu/pendaki berpengalaman:, karena medan pendakian di kawasan Gunung Rinjani punya karakteristik unik, pemandu akan membantu memahami jalur dan prosedur keselamatan.
Selain itu, diharapkan memiliki pengalaman mendaki gunung lain dan jika ada pendaki di bawah 17 tahun wajib didampingi dan membawa surat izin orang tua/wali.
"Perlengkapan pendakian juga wajib dibawa, kurangi sampah plastik atau wajib membawa wadah makan dan minum yang bisa diisi ulang," katanya.
Ia mengatakan aturan ini bukan untuk membatasi ruang gerak wisatawan yang ingin melihat keindahan alam Gunung Rinjani, melainkan untuk melindungi dan menjaga agar Rinjani Lombok tetap asri untuk generasi mendatang.
Baca Juga: Suhu Ekstrem di Gunung Rinjani, Ini Tips Hindari Hipotermia Saat Mendaki
"SOP pendakian harus tetap dipatuhi untuk keselamatan bersama dan untuk generasi penerus ke depan," katanya.
Balai TNGR juga mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung untuk tetap mematuhi aturan tersebut, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo