SuaraBali.id - Profil Prof. Dr. Ida Bagus Mantra adalah salah satu sosok yang melegenda di Bali. Saat ini namanya dikenang sebagai nama jalan di Bali.
Gubernur Bali kelima tersebut memimpin Bali sebanyak dua periode, yaitu 1978-1983 (periode pertama) dan 1983-1988 (periode kedua).
“Orang Bali harus menyadari harga dirinya” begitulah pesan moral Ida Bagus Mantra kepada orang Bali karena merasa prihatin pada tradisi Bali yang semakin ditindas oleh budaya Barat.
Harga diri orang Bali menurut Ida Bagus Mantra dapat dibangun dan ditata melalui lima hubungan korelasional antara agama, seni, budaya, bahasa, dan ekonomi yang disebut dengan landasan kebudayaan.
Ide-ide dan gagasan Ida Bagus Mantra mengenai pentingnya menjaga “harga diri” melalui penguatan lima pilar tradisi Bali inilah yang membuatnya mendapat tempat tersendiri dalam masyarakat Bali.
Lalu seperti apa profilnya :
Prof. Dr. Ida Bagus Mantra lahir pada 8 Mei 1928. Ayahnya Ida Bagus Rai adalah seorang pedanda (pendeta Hindu) di Geriya Kedaton.
Ida Bagus Mantra kecil tumbuh sebagai pribadi santun yang religius. Ia juga mendalami sastra Timur di AMS (Algemene Middelbare School) di Makasar (1947-1949), kemudian melanjutkan studinya di Visva Bharati University Santineketan West Bengal, India.
Gelar masternya diraih tahun 1954 sedangkan gelar doktor ia sandang pada tahun 1957 dengan disertasi berjudul “Hindu Literature and Religion in Indonesia”.
Baca Juga: Merger Picu Kontroversi, Nasib Para Karyawan Angkasa Pura di Ujung Tanduk?
Prof Ida Bagus Mantra pernah menjabat sebagai Gubernur Bali, sosok di balik berdirinya Fakultas Sastra Udayana cabang Universitas Airlangga Surabaya yang diresmikan tanggal 29 September 1958.
Fakultas Sastra Udayana tersebut diharapkan menjadi sumbert inspirasi dan motivasi di dalam menggali, mengajegkan, dan mempertahankan kebudayaan Bali.
Prof. Dr. Ida Bagus Mantra juga pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra, dan dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Udayana yang pertama. Dia juga menggagas terbentuknya Maha Widya Bhawana Institut Hindu Dharma (IHD) pada tanggal 3 Oktober 1963, yang sekarang menjadi Universitas Hindu Indonesia Denpasar.
Prof. Dr. Ida Bagus Mantra juga dipercaya oleh pemerintah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan. Kepemimpinannya yang mengagumkan inilah yang akhirnya mengusung Ida Bagus Mantra menduduki jabatan Gubernur Bali.
Pada periode pertama jabatannya (1978), ia menggulirkan kebijakan menetapkan kebudayaan Bali yang dijiwai oleh nilai-nilai Hindu.
Setelah purna tugas sebagai gubernur, Prof.Dr. Ida Bagus Mantra diberi kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai Duta Besar Luar Biasa di India untuk masa bakti tiga tahun (1989-1992).
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri