SuaraBali.id - Seorang pria berinisial OS (45) Warga Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram Provinsi NTB ditangkap Satuan Reskrim Polresta Mataram melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Hal ini karena ia diduga mencabuli anak tirinya sejak tahun 2016.
Perlakuan sadis itu dilakukan sejak tahun 2016 lalu pada saat anak tirinya kelas 3 SD.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama membenarkan atas penangkapan terhadap OS karena diduga melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak tirinya sendiri.
“Kasus ini dilaporkan oleh pihak LPA Kota Mataram yang melakukan pendampingan terhadap korban dengan laporan polisi Nomor : LP/B/152/VI/2024/SPKT/Polresta Mataram/Polda NTB, tanggal 06 Juni 2024,” katanya Jum'at (7/6/2024).
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadiannya pada hari Minggu tanggal 02 Juni 2024 sekitar pukul 23.00 wita dikediaman korban.
Unit PPA menerima laporan terkait adanya dugaan persetubuhan anak, dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Anggota PPA langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan saksi-saksi, kemudian melakukan visum et revertum ke Rumah Sakit Bhayangkara serta mengamankan terduga pelaku ke Polresta Mataram untuk diproses lebih lanjut.
“Adapun hasil visum et revertum ada luka robek lama selaput dara, luka hampir seluruh arah jarum jam, luka sampai dasar searah jam 6 dan 12, negative,” katanya.
Adapun kronologis kejadian tersebut berawal pada tahun 2016 korban saat itu masih kelas 3 SD dan ibunya sedang berada di Luar Negeri jadi TKW.
Baca Juga: Perempuan Asal Jambi Ditangkap di Mataram Setelah Peras Pacar Rp 270 Juta
Diterangkan, korban sendiri tidak mengetahui bagaimana cara pelaku melakukan aksinya. Karena pada saat korban terbangun sudah berada di lantai dengan kondisi bajunya tersingkap ke atas dan hanya menggunakan celana dalam saja.
“Saat itu korban tinggal bersama pelaku dan kedua adiknya yang masih kecil. Pada saat kejadian pertama kalinya korban sedang tidur di kasur bersama kedua adiknya, sedangkan pelaku saat itu tidur di lantai," paparnya.
Korban merasa sakit di bagian perut dan kemaluannya terutama pada saat berjalan. Tindakan sadis itu hampir setiap malam.
Bahkan ketika korban hendak berteriak pelaku meminta korban jangan teriak sambil mencubit paha korban.
“Pelaku ini tetap melancarkan aksi bejatnya pada tahun 2018 walaupun ibu korban pulang dari luar negeri,” bebernya.
Aksi bejat pria ini terungkap berawal pada hari Minggu (2/6/2024) sekitar pukul 23.00 wita. Saat itu korban tidur dengan posisi miring, tiba-tiba korban merasakan ada tangan yang memeluk dari belakang hingga melakukan hubungan suami istri, akibat kejadian tersebut korban merasa ketakutan, trauma dan tidak berani pulang ke rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar
-
Influencer APG Mengaku 15 Kali Gunakan Whip Pink
-
WNA Australia Isap Liquid Ganja untuk Obat Nyeri Lutut dan Depresi
-
Sering Air Mati Bergilir? Ini Penjelasan Resmi PDAM Lombok Tengah