SuaraBali.id - Bila Anda pernah berkunjung ke NTT, anda pasti tak asing dengan sajian Roti Kompyang. Roti ini biasa dijadikan pelengkap minum kopi.
Roti Kompyang adalah roti tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dari daerah Manggarai. Roti ini diperkenalkan oleh para misionaris Portugis pada abad ke-16.
Roti Kompyang dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti Tepung terigu, Gula pasir, Ragi, Air dan Garam.
Cara pembuatannya cukup mudah:
1. Campur semua bahan kering dalam mangkuk besar.
2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis.
3. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil.
4. Diamkan adonan selama beberapa jam hingga mengembang.
5. Panggang adonan dalam tungku tradisional atau oven hingga berwarna kecoklatan.
Roti Kompyang NTT memiliki ciri khas yaitu teksturnya yang padat dan agak keras. Sedangkan aromanya yang harum dan sedikit manis. Bentuknya yang bulat kecil, mirip dengan onde-onde.
Roti Kompyang memiliki makna budaya yang penting di NTT. Roti ini sering disajikan dalam acara-acara adat, seperti pesta pernikahan, ritual keagamaan, dan perayaan panen.
Kompyang juga menjadi simbol kemakmuran dan kebersamaan masyarakat Manggarai. Meskipun bahan dasar dan cara pembuatannya sama, Roti Kompyang memiliki beberapa variasi di beberapa daerah NTT.
* Roti Kompyang Rembong (Manggarai Raya)
* Roti Kepok (Flores Timur)
* Roti Lando (Sikka)
Baca Juga: Lembata Kini Berstatus Waspada Kekeringan Dan Karhutla
Keunikan Roti Kompyang NTT terletak pada proses pemanggangannya yang menggunakan tungku tradisional. Tungku ini menghasilkan panas yang konstan dan merata, sehingga roti matang sempurna dan memiliki aroma yang khas.
Roti Kompyang juga memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga dapat disimpan hingga berhari-hari tanpa basi. Hal ini karena kandungan gulanya yang tinggi yang bertindak sebagai pengawet alami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?