- Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kecerdasan buatan harus memperkuat kecerdasan budaya dalam pembangunan di Denpasar pada 5 September.
- Pemerintah Provinsi Bali meminta perguruan tinggi melakukan riset untuk melestarikan arsitektur tradisional dan pengetahuan lokal.
- Ketua Panitia Prof Ni Ketut Agusintadewi menyatakan acara tersebut menjadi ruang kolaborasi teknologi dan budaya pada 3–5 September 2026.
SuaraBali.id - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya dalam pembangunan di Pulau Bali.
"Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya, justru kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya," katanya dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Denpasar, Sabtu (5/9).
Koster saat membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 itu berpendapat bahwa pemanfaatan teknologi di tengah pesatnya perkembangan zaman, perubahan iklim, serta ancaman bencana tidak boleh sampai menghilangkan nilai, identitas, tradisi, karakter masyarakat, maupun keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Oleh karena itu, ia mengatakan pembangunan Bali harus tetap berpijak pada karakter dan jati diri daerah sebagaimana tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, yaitu dengan menjaga keberlanjutan alam Bali, manusia Bali, dan kebudayaan Bali.
Kecerdasan budaya dalam nilai-nilai Sad Kerthi perlu dijadikan landasan etis dan ekologis agar pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan seluruh ekosistem.
Pemprov Bali secara khusus meminta kalangan perguruan tinggi dan peneliti untuk terus menggali pengetahuan lokal seperti arsitektur tradisional Bali dan Subak melalui riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi moderen.
"Modernisasi berbasis kebudayaan bukan kembali ke masa lalu, tetapi membawa nilai-nilai terbaik masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan," ujar dia.
Ia menekankan agar riset lingkungan binaan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan diterjemahkan menjadi solusi konkret berupa prototipe, desain, standar, kebijakan, teknologi, hingga model pembangunan yang tangguh, adaptif perubahan iklim, hijau, dan rendah karbon.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, arsitek, perencana, dunia usaha, desa adat, hingga generasi muda juga diperlukan agar Bali dapat tumbuh menjadi laboratorium lingkungan binaan masa depan.
Baca Juga: Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang
"Bali 100 tahun bukan hanya proyek pembangunan, Bali 100 tahun adalah proyek peradaban," kata Koster.
Ketua Panitia TI IPLBI ke-14 Prof Ni Ketut Agusintadewi menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 3–5 September 2026 tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, lokalitas, dan budaya.
"TI IPLBI ke-14 diarahkan untuk mendorong kolaborasi antara teknologi, lokalitas, dan budaya secara kontekstual dan saling melengkapi, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan lingkungan binaan pada masa depan," katanya.
Ia berharap rangkaian agenda seperti seminar nasional, masterclass fenomenologi dan AI, lokakarya, hingga field trip arsitektur ini dapat melahirkan penelitian dan praktik lingkungan binaan yang berkualitas tanpa kehilangan karakter lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Gubernur Koster Tegas: Jangan Biarkan AI Hapus Kecerdasan Budaya Bali
-
Tiba di Lombok, Putri Mahkota Swedia Langsung Disuguhi Minuman Racikan 11 Rempah
-
Penyebab Antrean Belasan Kilometer di Pelabuhan Ketapang Terungkap
-
Spesial bagi Nasabah, BRI Hadirkan Promo Menarik di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Air PDAM Mati Saat Kebakaran Pura di Klungkung, Warga Lakukan Aksi Dramatis Padamkan Api