- Antrean truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi berkurang dari 16 kilometer menjadi 7 kilometer pada Sabtu.
- Kemacetan dipicu lonjakan volume kendaraan sebesar 16 persen serta proyek perbaikan dermaga untuk persiapan Natal dan Tahun Baru.
- PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 24 kapal besar dan mengoptimalkan pola bongkar muat guna mengatasi kepadatan tersebut.
SuaraBali.id - Kemacetan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berangsur berkurang dari sebelumnya antrean kendaraan truk logistik mencapai 16 kilometer menjadi sekitar 7 kilometer, pada Sabtu (5/9).
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto menyampaikan pada Jumat (4/9) malam antrean kendaraan truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 16 kilometer.
"Namun pada hari ini antrean truk logistik khususnya sudah berkurang menjadi sekitar 7 kilometer," kata dia di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu.
Menurut Media, ASDP terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait.
Upaya ini, lanjut dia, dilakukan guna mempercepat penguraian antrean dan sekaligus memastikan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) itu tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
"Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa dalam menghadapi kondisi ini, dan ASDP berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin," tutur Media.
Antrean kendaraan yang mencapai belasan kilometer dipicu adanya peningkatan volume kendaraan logistik hingga 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Dan kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan proyek perbaikan peningkatan kapasitas menjadi 50 ton satu pasang dermaga di Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali).
Pengerjaan satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur, dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Baca Juga: Investasi Kapal Miliaran Sia-sia? Ini Penyebab Utama Kapal Menumpuk di Pelabuhan Ketapang
Pada hari ini, sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dioperasikan untuk mengoptimalkan kapasitas angkut, dan enam kapal di antaranya menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat TBB guna mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu kapal berada di dermaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat