- Purwaningsih merintis usaha Pie Susu Sissy di Bali sejak tahun 2006 dan kini sukses memproduksi hingga 50.000 buah per hari.
- Produk tersebut memanfaatkan resep tanpa pengawet serta mengusung label halal, sehingga mampu menembus jaringan peritel nasional dan minimarket.
- Penerapan penjualan digital melalui Shopee sejak 2022 berhasil meningkatkan omzet online hingga mencapai Rp80 juta setiap bulannya.
SuaraBali.id - Di tengah aroma kopi yang menyeruak di galeri coffee shop Jalan Sesetan, Denpasar, Purwaningsih yang akrab disapa Sisy tersenyum mengenang masa-masa awal perjuangannya. Wanita berusia 47 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat ini tak pernah membayangkan bahwa hobi membuat kuenya kelak akan menjelma menjadi salah satu ikon oleh-oleh terbesar di Pulau Dewata.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Latar belakang pendidikan D3 Sekretaris di Yogyakarta serta pengalamannya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan properti dan perusahaan asing di Bali, memberinya modal ketelitian dan ketangguhan dalam berbisnis.
Namun, jalan menuju sukses tidaklah mulus. Saat pertama kali merintis usaha di tahun 2006 setelah merantau ke Bali, usahanya sempat dipandang sebelah mata.
"Awalnya itu cuma dianggap uang receh sama suami," kenang Sisy sembari tertawa halus. Suaminya, Walid Alex Bualim, seorang pengusaha asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, saat itu belum melihat potensi besar dari loyang-loyang kue yang dibuat Sisy.
Namun, kepercayaan diri Sisy pada rasa kue buatannya jauh lebih kuat. Awalnya, ia membuat tart susu khas Pontianak.
Namun karena hanya bertahan dua hari, pemilik toko-toko kue menyarankannya beralih ke pie susu agar lebih tahan lama. Selama tiga bulan, Sisy bereksperimen memodifikasi resep tradisional Pontianak hingga menemukan formula kulit yang crunchy dan isian yang pas dengan selera pasar.
"Waktu mulai merintis itu tidak banyak yang jual pie susu, cuma ada sekitar empat brand. Lalu pas keluar alat cetaknya, baru ratusan merek bermunculan. Tapi kenapa kita bisa bertahan 16 tahun? Karena brand pertama yang halal itu Pie Susu Sissy," tegasnya.
Dari skala rumahan yang dikerjakan manual dan sekadar ditempeli sticker, impian Sisy dan suaminya sederhana.
Baca Juga: Men Jenggo Berpulang, Ternyata Ini Asal Usul Unik 'Nasi Jinggo' Wajib Diketahui Pecinta Kuliner
Suaminya pernah membayangkan jika produksi bisa menyentuh angka 5.000 pieces sehari, mereka sudah merasa sangat bersyukur. Kini, impian sederhana itu terlampaui berlipat ganda: Pie Susu Sissy memproduksi hingga 50.000 pieces per hari.
Halal dan Resep Otentik Kering Tanpa Pengawet
Di tengah ketatnya persaingan bisnis kue oleh-oleh Bali yang kerap diterpa fluktuasi harga bahan baku, Pie Susu Sissy tetap teguh memegang prinsip kualitas. Di saat beberapa produsen memilih mengompromikan rasa dengan mencampur gula atau mengurangi takaran susu demi menekan harga, Sisy menolak jalan pintas tersebut.
"Kita tidak pakai gula sama sekali, hanya pakai susu kental manis. Resep dasar pie susu itu hanya susu dan kuning telur. Banyak yang mengurangi kualitas supaya harga tetap, akhirnya banyak yang out. Kalau kita, kualitas tetap stabil," ujar Sisy.
Keunggulan utama Pie Susu Sissy terletak pada proses pembakaran yang lebih matang dan kering.
Tanpa bantuan bahan pengawet sedikit pun, vla pie yang kering membuat produk ini mampu bertahan hingga satu bulan. Ketahanan produk ini pula yang membuka jalan bagi Pie Susu Sissy untuk menembus jaringan peritel raksasa seperti Indomaret, Alfamart dan Circle K di seluruh Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jabodetabek, hingga NTB dan Sumatera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo