SuaraBali.id - Gelombang tinggi hingga lima meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 8 April 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini ini untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Yandri Tungga ketika dihubungi dari Larantuka, Kamis (4/4/2024).
Menurutnya, gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu dan harus diwaspadai oleh pelaku pelayaran mulai Jumat (5/4/2024).
Adapun tinggi gelombang 1,25 meter hingga dua meter berpeluang terjadi di perairan selatan Kupang-Rote serta Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.
Gelombang ini bisa dipengaruhi oleh bibit siklon tropis 96S yang saat ini terpantau berada di Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu.
Ini juga yang menyebabkan daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah NTT dan meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta ekstrem.
Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Equatorial Rosby dan Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
"Waspada juga adanya awan gelap atau cumulonimbus yang dapat menyebabkan angin kencang, perubahan arah angin, dan peningkatan tinggi gelombang yang terjadi secara tiba-tiba," ucap Yandri.
Yandri berpesan agar pemilik jasa pelayaran selalu memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.
Baca Juga: Sempat Jadi Polemik, Tarif Pemandu Wisata di Labuan Bajo Diminta Naik
Bagi perahu nelayan, Yandri berpesan agar memperhatikan kondisi pelayaran jika kecepatan angin sudah lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Untuk pelayaran menggunakan kapal ferry, Yandri mengatakan pentingnya memperhatikan risiko keselamatan apabila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Sedangkan bagi kapal kargo atau kapal pesiar, dia berpesan agar memperhatikan kondisi cuaca apabila kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," katanya mengingatkan. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN