SuaraBali.id - Kasus putusnya tali lift Ayuterra Resort, Kabupaten Gianyar yang menyebabkan 5 orang tewas pada Jumat (1/9/2023) lalu sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Gianyar.
Polres Gianyar juga sudah menetapkan Mujiana selaku mekanik lift dan Vincent Juwono selaku pemilik resort sebagai tersangka pada kasus itu.
Namun, tersangka Vincent hingga saat ini ternyata masih belum ditahan meski kasusnya sudah dilimpahkan.
Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Vincent memang tidak ditahan karena alasan gangguan kesehatan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan Vincent mengalami gangguan kesehatan karena faktor usia.
Namun, saat akan ditahan pasca pelimpahan ini, istri Vincent menyebut jika Vincent tengah mengalami gangguan mental. Sementara itu, Mujiana sendiri memang sudah dilakukan penahanan.
“(Gangguan mental tersangka) baru diketahui penyidik saat mau ditahan sekarang, kalau selama ini kan karena gangguan kesehatan karena memang faktor usia tersangka sudah 68 tahun,” ujar Jansen saat ditemui di Mapolda Bali, Rabu (17/1/2024).
Jansen menjelaskan pihak Polres Gianyar masih menunggu hasil visum terkait klaim gangguan mental tersebut. Dia juga belum mengetahui jika tersangka mengalami gangguan mental akibat ditetapkan sebagai tersangka kasus ini.
Jansen juga tidak mengetahui motif permintaan istri Vincent mengklaim hal tersebut, termasuk kemungkinan untuk menghindari penahanan. Dia juga menjelaskan jika memang hasil visum menunjukkan positif gangguan mental, maka tersangka tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum.
“Kalau yang mekaniknya dilakukan penahanan, kemudian tersangka pemilik resort masih dipastikan lagi hasil pemeriksaan visumnya. Apakah benar mengalami gangguan mental dan seterusnya,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Bali Periksa 3 Saksi Dugaan Ujaran Kebencian Arya Wedakarna
“Apabila ada surat keterangan (gangguan mental) kan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” imbuh Jansen.
Saat ini, visum yang dilakukan terhadap Vincent dilakukan di salah satu rumah sakit di Denpasar dari hasil rekomendasi Rumah Sakit Jiwa Bangli.
“Pihak Polres (Gianyar) masih menunggu surat keterangan dari pihak rumah sakit, dalam hal ini hasil konfirmasi dr Rumah Sakit Jiwa Bangli merekomendasikan ke rumah sakit di Denpasar,” tuturnya.
Tragedi lift Ayuterra Resort menyebabkan 5 orang karyawan meninggal dunia setelah terjun dari lift tersebut. Diketahui peristiwa itu terjadi akibat putusnya tali sling yang menahan lift tersebut.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern