SuaraBali.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita aset senilai Rp15 miliar hasil dari pencucian uang transaksi narkoba. Aset tersebut sebelumnya dimiliki oleh pria berinisial MW (36) yang merupakan bandar narkotika di Bali.
MW disebut menjalankan bisnisnya selama ditahan di Lapas Kerobokan, Badung, Bali karena kasus narkoba selama tahun 2016 hingga 2022. BNN menemukan aliran uang hasil transaksi dari kaki tangan MW yang mencapai Rp12,8 miliar ke rekeningnya.
Berdasarkan bukti itu, BNN kemudian mengamankan MW di rukonya yang berada di Jalan Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar, pada Senin (3/4/2023). BNN kemudian juga menyita sejumlah aset MW termasuk rukonya yang jika diakumulasikan mencapai Rp 15 miliar.
“Kalau kita lihat dari jumlah Rp 15 miliar rupiah yang sudah dibuat seakan-akan legitimate (sah), berarti ada berapa kilo metafitamine atau narkotika ini yang sudah beredar ini hitungannya. Selalu harus kita lihat di situ, ini yang berhasil diungkap, belum yang lain,” ujar Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose saat konferensi pers di kawasan Pemogan, Denpasar, Jumat (5/5/2023).
Aset yang disita secara rinci meliputi sebuah bangunan ruko tiga lantai dan sebuah rumah dua lantai yang nilainya ditaksir mencapai Rp13 miliar. Kemudian dua buah mobil Honda dan dua buah sepeda motor Kawasaki dan Yamaha yang nilainya mencapai Rp1,5 miliar.
Selain itu, dua buah sepeda Brompton senilai Rp80 juta dan sejumlah perhiasan emas yang nilainya ditaksir mencapai Rp443 juta.
Golose bersikeras penyitaan aset ini sebagai bentuk pemiskinan untuk para bandar narkotika. Sehingga menurutnya, selain untuk efek jera, ruang geraknya akan semakin terbatas untuk memulai bisnis tersebut kembali di kemudian hari.
“Para penyidik harus bisa mengehentikan secara total jaringan narkotika tidak hanya menindak pengedar atau pelaku di lapangan namun dapat memiskinkan para Bandar narkotika dan para mastermind-nya,” imbuh Golose.
Menurut Golose, membuktikan kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) memerlukan upaya lebih karena harus menelusuri aset milik pelaku. Terlebih, khususnya di Bali, dia mengakui bahwa Bali kerap menjadi tempat pencucian uang bagi para bandar narkoba
Dia menyebut dalam 10 tahun terakhir BNN berhasil menyita aset dengan nilai mencapai Rp1,3 triliun.
“Membuktikan tindak pidana TPPU tidak gampang harus betul-betul tidak jdi sekedar jumlahnya. Tapi dalam 10 tahun terakhir ini BNN kami sudah melakukan penyitaan aset baik uang maupun barang itu sebesar Rp 1,3 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, MW terancam dijerat pasal 3, 4, dan 5 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman penjara 20 tahun dan denda Rp10 miliar.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi
-
Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!
-
Bantah Intervensi Kasus Narkoba DPRD Jatim, Gerindra Malah Ungkap Polisi Minta Uang Rp50 Juta
-
Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon
-
Duh! Pemain Keturunan Batak Terseret Kasus Pencucian Uang Jaringan Narkoba di Belgia
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali