SuaraBali.id - Munculnya petisi End Extreme Noise in Canggu atau kebisingan di Canggu rupanya mendapat atensi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun.
Soal adanya protes warga setempat ini, ia mengaku akan turun tangan menyambangi pengusaha hiburan malam di Canggu, Kabupaten Badung, Bali pekan ini setelah adanya petisi soal gangguan kebisingan.
"Kami akan turun, cek kembali kondisi di lapangan, tentu kita akan coba melihat kondisinya seperti apa. Saya memastikan kembali apa yang menjadi keluhan, tadi juga ada dari bendesa, kita nanti cek ke lapangan semua," kata Tjok Bagus di Denpasar, Rabu (15/9/2022).
Ia juga telah menjadwalkan untuk berkoordinasi dengan menjajaki usaha-usaha bar maupun beach club yang disebut sebagai penyebab kebisingan pada akhir pekan ini. Namun demikian harinya belum bisa disampaikan.
Keputusan untuk menyambangi lokasi hiburan malam di kawasan Canggu dan Berawa ini dilakukan akibat dari adanya petisi soal gangguan yang dialami warga akibat kebisingan dari bar dan beach club yang mengganggu waktu malam.
"Tentu memang sebagai kawasan pariwisata hal-hal sedemikian itu ada. Kita harus memastikan kembali masyarakat sekitar benar-benar nyaman, walaupun ini percikan dolar. Di sisi lain wisatawan yang datang tentu harus tahu juga bahwa ada ketentuan desibel dan lain sebagainya," ujar Tjok Bagus.
Bali sebagai lokasi wisata yang juga disebut Pulau Dewata rentan terhadap isu-isu demikian.
"Untuk masyarakat saya minta karena Bali pariwisata tentu rentan terhadap isu-isu seperti ini. Kalau belum pasti mari kita bicarakan, karena banyak saluran untuk bicarakan hal itu," kata dia.
Hal ini karena yang memprotes kebisingan di Canggu bukan hanya warga setempat tapi juga para wisatawan yang menginap di hotel dan vila kawasan tersebut juga mengaku terganggu lantaran kebisingan yang terjadi.
Baca Juga: Respons Petisi Kebisingan Canggu, Kelab Malam Diminta Hanya Sampai Jam 01.00 WITA
Sejauh ini, untuk Kabupaten Badung sendiri memiliki jumlah hotel dan vila yang lebih banyak dari beach club dengan perbandingan 9:1, kata Tjok Bagus.
Sementara itu, Bendesa Adat Canggu I Wayan Suarsana mengatakan terdapat lima beach club yang berdiri di daerah tersebut, ia mengakui bahwa dengan berkembangnya Canggu akan mengantarkan dampak positif dan negatif.
"Pemerintah membuka Canggu sebagai tujuan wisata, kalau kita berpikir mau Canggu seperti dulu rasanya susah, kita tidak menolak kemajuan zaman kita bergerak seiring itu. Kalau memang mau pariwisata dengan daerah wisata yang tenang bisa ke Tenganan, Ubud, Karangasem," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Hadiri Indonesia-China Bridge Forum, Ketua DPD RI Ajak Investor Asing Kembangkan Properti Perumahan
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern