Eviera Paramita Sandi
Kamis, 07 Juli 2022 | 09:56 WIB
Ilustrasi Lumbung Pangan ACT

Ia juga menemukan ada karyawan ACT mengirimkan dana ke negara yang disebut PPATK berisiko tinggi dalam pendanaan terorisme dengan rincian 17 kali transaksi dengan nilai total Rp1,7 miliar. (ANTARA)

Load More