SuaraBali.id - Enam dokter dari Nusa Tenggara Barat akan diberangkatkan ke Finlandia pada Kamis (21/4/2022) untuk mendapat pelatihan penanganan medis pada saat terselenggaranya event balap motor internasional. Salah satu dokter yang ikut diberangkatkan adalah dr H Lalu Herman Mahaputra.
Pria yang disapa dokter Jack ini adalah satu dari 6 orang yang dikirim untuk belajar di FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) atau federasi balap motor internasional yang berpusat di Finlandia.
“Hari ini (Kamis-red) kita berangkat,” kata Ketua Pelaksana Harian MGXP Samota, dr H Lalu Herman Mahaputra.
Direktur Utama RSUP NTB ini mengatakan, saat gelaran MGXP Samota nanti, NTB harus mandiri. Memiliki dokter-dokter berlisensi khusus yang menangani para pembalap.
“Karena itu, diberangkatkan enam orang ke Finlandia. Termasuk saya,” jelasnya.
Adapun enam dokter yang diberangkatkan ke Finlandia terdiri dari dokter spesialis emergency dan dokter umum. Dokter-dokter ini selama tiga hari (seminggu termasuk perjalanan) di Finlandia akan belajar di FIM. Setelah mendapatkan lisensi, maka NTB boleh berbangga katanya.
Pengiriman para dokter ini menjadi penting karena sampai saat ini NTB ternyata tidak memiliki dokter yang berlisensi khusus untuk penanganan pembalap pada saat balap motor internasional.
Padahal NTB sedang terus mematangkan persiapan menjadi penyelenggaraan balap motor bertaraf internasional.
Sirkuit Mandalika merupakan modal nyata yang mana telah sukses sebagai tuan rumah MotoGP. Berikutnya adalah ajang motor cross dunia yang juga akan dilaksanakan di Sumbawa pada Juni 2022 ini.
Namun sayangnya, tak ada dokter yang berlisensi khusus untuk penanganan pembalap pada event balap motor internasional.
Hal ini membuat saat MotoGP di Mandalika berlangsung 18-20 Maret lalu, dokter yang berlisensi khusus penanganan balap motor harus didatangkan dari luar NTB yaitu dari Jakarta.
Dengan adanya 6 dokter yang belajar ke Finlandia ini diharapkan NTB bisa Memiliki dokter-dokter yang menjadi penjaga gawang saat berlangsungnya event balap internasional.
“Tidak untuk persiapan di Indonesia saja. bahkan balap-balap internasional yang digelar di luar negeri, dokter-dokter kita bisa disewa. RSUP NTB akan memiliki Kopasus, Kopaska, atau Marinir dalam istilah militer. Dokter-dokter inilah tim elitenya,” tandas dokter Jack.
Selama ini Finlandia dikenal sebagai pusat pelatihan medis untuk kegiatan-kegiatan balap motor internasional di dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Review Sepatu Lari Ardiles Runergize Menurut Dokter Tirta, Lengkap Info Harga dan Plus Minusnya
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Adu Mekanik Berujung Petaka: Skandal Mesin Moto3 yang Bawa Veda Ega ke Posisi 3 Klasemen
-
Dr. Kims Odd Creature: Manhwa Isekai yang Bikin Ngakak Sampai Sakit Perut!
-
Adrian Fernandez Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat Tiga Klasemen Moto3 2026
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar