SuaraBali.id - Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 yang dirayakan umat Hindu di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung sangat khidmat, Kamis (3/3/2022). Toleransi umat beragama, terjaga dengan baik.
Kerukunan umat beragama di Pulau Seribu Masjid Lombok NTB ini, terlihat dari suasana Nyepi di Kota Mataram, yang juga banyak dihuni warga beragama Hindu.
Jumlah penduduk umat hindu di NTB sebanyak 130.235 jiwa, terbanyak di Kota Mataram yakni 61.442 jiwa.
Di kota Mataram, perayaan nyepi tahun ini juga masih berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
Sejumlah perkampungan umat Hindu di wilayah Cakranegara, Mataram, yang menjadi perkampungan mayoritas umat Hindu Lombok, tampak lengang. Jalan-jalan ditutup, menggunakan palang kayu dan portal.
Begitu juga, gerbang masuk rumah warga, juga tertutup rapat. Pusat ekonomi seperti pasar dan pertokoan di sekitar perkampungan Hindu, juga ikut tutup sebagai wujud penghormatan dan menjaga toleransi antar umat beragama.
Yang terlihat hanya pengaman banjar atau pecalang, berkeliling kampung menjaga keamanan banjar. Para pecalang ini, bertanggung jawab penuh terhadap gangguan keamanan, baik dari dalam maupun dari luar selama perayaan Nyepi berlangsung.
Warga yang tidak merayakan nyepi juga membatasi kegiatan.
Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1944 ini, memang berbeda, karena di tengah pandemi. Para pecalang tidak bosan-bosannya memberikan himbauan kepada warga untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perayaan Nyepi.
Baca Juga: Meski Tak Bisa Disamakan dengan di Bali, Peranyaan Nyepi di Bandung Tetap Berjalan Kondusif
"Suasana nyepi kali ini tetap aman-aman aja," kata Putu Surbawa, salah seorang pecalang di wilayah Cakranegara, Mataram pada Kamis, (3/3/2022).
Ia menambahkan masih terdapat perbedaan perayaan nyepi tahun ini. Khususnya selama tiga tahun pandemi melanda.
"Kalau yang sekarang perbedaannya ya karena ndak ada ogoh-ogoh itu, 'tapi kita harap maklum
Bagi umat Hindu perayaan Nyepi adalah pembersihan diri dari hawa nafsu atau biasa disebut catur brata penyepian.
Selama perayaan nyepi umat hindu tidak boleh tidak menyalakan api (amati geni), Amati karye atau tidak bekerja. Amati lelungan atau tidak bersenang-senang, serta amati lelanguan atau tidak bepergian.
Kontributor : Lalu Muhammad Helmi Akbar
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia
-
2 Orang Meninggal Tiap 5 Menit, Kemenkes Temukan 3 Varian Baru TBC di Indonesia