SuaraBali.id - Umat Hindu di Kota Mataram, NTB menggelar upacara Ngesanga "Paneduh Jagat" dan "Nyepik Nyegara Kertih digelar di perempatan/simpang empat Cakranegara, Selasa (1/2/2022) pukul 14.00 WITA. Upacara ini dipuput 7 orang Sulinggih dengan tujuan menolak bala.
Inisiator dari karya Peneduh Jagat ini adalah Penglingsir Puri Agung Cakranegara dam menggunakan sarana Asu Blangbungkem (anjing bulu merah), Bawi (babi) Butuan, dan beberapa jenis unggas untuk Pencaruan (persembahan/kurban).
Tujuan ritual ini adalah sebagai penolak bala, pascabencana alam terjadi di beberapa tempat di Lombok atau NTB. Termasuk menolak bala yang ditimbulkan akibat pandemi COVID-19.
Dikutip dari beritabali.com – Jaringan Suara.com, Wakil Ketua Panitia upacara Peneduh Jagat, Ida Wayan Oka Santosa menerangkan, upacara mecaru yang diinisiasi Penglingsir Puri Agung Cakranegara yang diawali adanya paruman Sulinggih Siwa Budha se-pulau Lombok pada 14 Desember 2021 lalu.
Hasil dari paruman tersebut adalah keputusan, agar Puri Agung Cakranegara melaksanakan upacara Peneduh Jagat.
Latar belakangnya adalah bencana di wilayah Lombok yang sering terjadi bencana pada beberapa waktu lalu. Mulai dari gempa bumi, status gunung Rinjani yang sempat di level 2, bencana banjir hingga menelan 5 korban jiwa di Lombok Barat.
Serta kekhawatiran adanya coronavirus varian baru, Omicron yang sudah masuk NTB.
"Tujuan upacara mecaru peneduh Jagat ini sama seperti namanya, agar teduh, sejuk, tenang, damai, nyaman. Serta Jagat artinya alam semesta," jelas Ida Wayan Oka Santosa dari Geria Aron-aron Cakranegara ini.
Secara universal kata Ida Wayan Oka Santosa, tujuan upacara peneduh Jagat agar pulau Lombok khususnya dan NTB umumnya terhindar dari bencana alam dan pandemi penyakit.
Dipuput tiga Pedanda Budha dan empat Pedanda Siwa, upacara mecaru peneduh Jagat ini dimulai dari berbagai rangkaian. Pencaruan besar Nawa Kepang ini pertama kali dilaksanakan di Lombok. Dengan tujuan khusus menghindari bencana alam dan pandemi.
"Dan pada hari ini Selasa (1/2) secara parsial kita sudah melakukan berbagai kegiatan. Mulai nuwur tirta di tengahin segara Loang Baloq, Ampenan pada pagi hari dipuput Ida Pedanda juga. Dan tirta sudah dituntun diadeg-kan di Surya," jelas Ida Wayan Oka.
Ngelungsur tirta di Pura Dalem dan Prajapati Karang Bangkong juga dilakukan pada pagi hari. Selama rangkaian upacara Peneduh Jagat berlangsung sejak beberapa hari lalu, mendapat pengawalan dan pengamanan pihak Kepolisian Sektor Cakranegara. Termasuk pengaturan lalu lintas, karena tempat upacara mengambil sebagian badan jalan.
Kapolsek Cakranegara, Kompol Mohammad Nasrullah menjelaskan, atensi pihak Kepolisian selama upacara Peneduh Jagat diberikan sejak awal rangkaian acara. Total 75 personil polisi diterjunkan untuk pengamanan.
"Kegiatan upacara ini kan ada di beberapa titik di banyak tempat. Dan pengamanan kita lakukan sejak awal rangkaian upacara. Dari mulai mengambil air(tirta) terus kita kawal ke Pura," ujar Kapolsek Nasrullah, ditemui di lokasi acara pencaruan berlangsung.
Yakni di perempatan depan Kantor Polsek Cakranegara. Kompol Nasrullah mengungkapkan, sejak awal rapat dengan panitia acara, hal paling penting ditekankan adalah protokol kesehatan selama acara berlangsung. Sehingga jumlah peserta acara juga dibatasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Gerebek Penginapan di Kuta, 26 WNA Diduga Terlibat Jaringan Penipuan Online dan Penyekapan
-
108 Desa di Bali Kini Dikepung Ribuan BTS, Wilayah Blank Spot Semakin Minim
-
Tawarkan Jasa Prostitusi Online Ilegal di Bali, Tiga WNA Diamankan Imigrasi
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor