SuaraBali.id - Penonton MotoGP kebanyakan adalah mereka dengan kelas ekonomi menengah ke atas. Maka tidak heran jika ada orang-orang tertentu yang memilih menonton event besar itu menggunakan jet pribadi. Mereka ingin terbang langsung menggunakan private jet (jet pribadi) ke Bandara Internasional Lombok (BIL) pada Maret ini untuk menonton MotoGP.
Sebagaimana dikutip dari beritabali.com – Jaringan Suara.com, para penonton VVIP MotoGP ini mengatakan tidak ingin tujuan Jakarta atau Bali, tetapi langsung ke Lombok. Hal ini diungkapkan oleh seorang pelaku usaha pariwisata Smart Destination Marketing, Askar Dg, Kamis (27/1/2022).
Menurutnya ia telah menerima permintaan bantuan pendaratan di Bandara Internasional Lombok (BIL). Dikatakannya bahwa beberapa penonton MotoGP Mandalika ingin terbang langsung menggunakan private jet ke BIL.
Calon penonton MotoGP Indonesia di Pertamina Mandalika International Street Circuit (Sirkuit Mandalika) itu berasal dari berbagai negara. Diakui Askar sudah ada dua relasinya yang sudah minta fasilitas mendarat langsung di BIL, mereka adalah tamu dari Korea dan Jerman.
"Mereka mengatakan tidak ingin tujuan Jakarta atau Bali, tetapi langsung ke Lombok," jelasnya.
Sedangkan juru bicara PT Persero Angkasa Pura I BIL, Arif Haryanto, mengaku belum mendapat info terkait penyambutan penonton MotoGP Mandalika.
"Kalau untuk pembalap dan official, menggunakan charter flight dengan skema bubble," ujar Arif Haryanto, Kamis (27/1/2022).
Senada dengan Arif, beberapa pelaku pariwisata di sana masih belum mendengar adanya perlakuan khusus penonton MotoGP Indonesia yang ingin terbang langsung ke Lombok.
Menurut Ketua Asosiasi Travel Agent Indoneisa Nusa Tenggara Barat (NTB), Sahlan M Shaleh ia juga belum tahu tentang bisa atau tidaknya penerbangan private jet langsung dari luar negeri ke Lombok.
"Saya belum tahu bisa tidaknya," ucapnya.
Di sisi lain Ketua Asosisasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan aturan ini urusan pemerintah pusat.
"Kalau pemerintah pusat mau penonton dari luar datang, harus dari sekarang info tentang karantina," ucapnya.
CEO A&T Tour Travel, Awanadhi Aswinabawa mendorong adanya inisiasi travel bubble antara Lombok-Australia atau Lombok-Malaysia. Travel bubble yang dimaksud adalah point-to-point yang merupakan semacam kesepakatan bilateral untuk perjalanan. Karena selama ini sepengetahuannya, semua warga negara asing harus tetap mengikuti aturan karantina yang berlaku.
"Saat ini belum ada karantina di Lombok. Jadi harus di Jakarta atau Bali," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terkini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa
-
Begini Cara Buronan Interpol Samarkan Diri Jadi Turis di Bali