Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 06 Januari 2022 | 19:11 WIB
Kondisi ruang ganti Persebaya yang viral karena disebut sempit dan panas. (Dok. Persebaya.id)

SuaraBali.id - Pertandingan antara Bali United dan Persebaya Surabaya di Stadion Ngurah Rai, Denpasar Bali tak cukup hanya menelan pil pahit kekalahan dengan skor 1-3, namun juga munculnya isu kritik soal ruang ganti tak layak di Stadion tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Pada pertandingan putaran kedua Liga 1 ini Persebaya sempat membagikan moment saat mereka mengatakan berada di ruang ganti Stadion Ngurah Rai melalui akun Twitter mereka @persebaya. 

Dalam unggahan tersebut terlihat para pemain Persebaya mengenakan jersey mereka berkumpul di ruangan yang berbentuk seperti lorong dengan beberapa kursi disusun berderet memanjang.  Pada kursi kursi itu bertumpuk perlengkapan para pemain skuad bajul ijo seperti kaos ganti, kaos kaki dll. 

Sementara untuk pendingin ruangan hanya terdapat sebuah kipas angin bertengger di sana. Para pemain juga tampak berkumpul di ruangan tersebut. 

Baca Juga: Bali United Disambut Meriah Oleh Fans di Denpasar, Berjingkrak Hingga Nyalakan Flare

"Welcome to our locker room, ruang ganti boleh sederhana, tapi semangat arek arek Suroboyo tetap membara," cuit Persebaya Surabaya. 

Video status itu sontak mengundang reaksi warganet dan telah disaksikan lebih dari 270 kali. 

Kritik dan keluhan atas ruang ganti yang dinilai kurang tepat itu juga dilontarkan oleh Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. 

"Untuk ruang ganti harus saya akui untuk Liga 1 kurang ideal, tempatnya sempit dan juga panas, jadi tidak cukup kalau ( pemain ) di dalam semua," ucapnya seperti dikutip dari berbagai sumber. 

Tak ingin kisruh dan kritik ini semakin menyudutkan citra Stadion Ngurah Rai, pihak PT. Liga Indonesia Baru ( LIB ) memberikan klarifikasi atas protes yang beredar mengenai ruang ganti. 

Video beredar saat PT. LIB memberikan klarifikasi diunggah oleh akun media sosial Instagram diantaranya @pengamatsepakbola.

Load More