SuaraBali.id - Turun temurun menggeluti bisnis keluarga sejak 1995, I Gede Merta (58) warga banjar Anakan, Desa Banyubiru, Jembrana, Bali terus menggeluti usaha pisau dan alat pertanian.
I Gede Merta menuturkan, untuk bahannya dia biasa beli di pasar loak berupa pir baja dari kendaraan mobil. Untuk pengerjaan pisau bisa dikerjakan dalam 1 hari dengan jumlah 4 pisau.
Untuk pengerjaan arit bisa dikerjakan 6 dan itupun sama dalam 1 hari. Dengan sistem pengerjaan yang masih secara tradisional.
"Konsumen yang paling banyak memesan itu adalah arit kerena dibutuhkan baik petani dan pesanan dari toko-toko. Bahkan pengiriman sampai ke Tabanan dan ke Sumbawa (NTT). Dalam pengerjaan ini di masa Pandemi Covid-19, justru mengalami hal sangat memprihatinkan, dimana orderan agak menurun, bahkan satu-satunya karyawan dirumahkan karena hal itu," ujarnya.
Ia juga mengatakan, omzet sebelum Pandemi Covid-19 biasanya bisa menopang ekonomi keluarga, tetapi kini hanya bertahan saja sudah bersyukur. Merta mempunyai 3 anak yang semua sudah menikah baik 2 perempuan dan yang paling bungsu laki-laki.
"Justru anak laki-laki yang sudah menikah kini malah harus bisa mewariskan usaha pande besi yang digeluti turun-menurun," jelasnya.
Meski sejak Pandemi Covid-19 bahan baku naik demikian juga arang, tetapi ia tetap melakukan usahanya lantaran ini keahlian yang dimiliki.
Untuk menutupi kekurangan kebutuhan, Merta membuat usaha sampingan salah satunya ayam potong dan itu pun didapat dari perusahaan dengan sistem kandang ayam dan bibit serta obat-obatan itu dari perusahaan termasuk obat-obat. Usaha itu dikelola menantu sedangkan dirinya hanya menerima hasil panen.
"Harapan untuk pengusaha pande besi yang ada di Kabupaten Jembrana agar pemerintah bisa selalu merangkul para pengusaha yang tetap mempertahankan nilai luhur dan tetap bertahan di era teknologi semakin maju. Hal ini sedikit berbeda dengan kondisi Kabupaten yang ada di Utara dimana punya koperasi khusus untuk para pengrajin besi ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali
-
Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI: Persija Ditagih Rp180 Juta Usai Hajar Persib
-
5 Ide Liburan Akhir Pekan ke Bali yang Praktis dari Surabaya
-
Le Bleu by K Club, Spot Kuliner di Nusa Dua dengan Pemandangan Laut dan Sunset
-
Kortastipidkor Polri Sita Aset Tanah ATR/BPN Senilai Rp4,8 Triliun di Bali
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
Ada BRIZZI ARKIV di Blok M Hub, Saatnya Jelajahi Karya Lokal
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan
-
Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Promo Hemat 25% untuk Boost Harimu