SuaraBali.id - Meletusnya Gunung Agung di Bali pada 17 Maret 1963 menjadi ingatan yang tidak akan pernah dilupakan bagi para penyintasnya. Sebelum gunung yang dijuluki Sang Hyang Tohlangkir ini meletus, sejumlah pertanda alam seperti gempa bumi dan keluarnya binatang dari dalam tanah terjadi.
Seorang penyintas dahsyatnya letusan Gunung Agung di Bali ini kembali menceritakan pengalmaannya. Made Suganda mengungkapkannya dalam buku Bali Jadul yang disusun oleh Putu Setiawan.
Diceritakan Made Suganda saat itu kira-kira di bulan Februari tahun 1963 : Sepulang dari sekolah, setelah melepas pakaian sekolah maka saya pergi ke sawah membawa "sendok saring" untuk mencari siput sawah atau "kakul".
Pada saat itu saya betul-betul merasa heran dan seolah-olah tidak percaya dimana di sepanjang pematang sawah yang ada di ujing paling barat rumah saya (sekarang kantor KPU Bangli) saya melihat siput, kakul, belut, dan mahluk sawah lainnya keluar seolah-olah panik dan berjejer di sepanjang pematang sawah.
Baca Juga: Cetuskan Ide Tukar Sampah Plastik Dengan Beras, Made Janur Yasa Jadi Heroes 2021
Dengan semangat dan rasa gembira saya menangkap dan memasukkannya ke dalam "dungki" atau wadah untuk menampung ikan yang terbuat dari bambu.
Saking banyaknya binatang-binatang tersebut maka tempat"dungki" itu tidak bisa menampungnya lalu saya bawa pulang ke rumah dan simpan di dalam "paso" atau sejenis baskom tempat merendam beras yang terbuat dari tanah liat. Setelah itu saya balik lagi ke sawah dengan membawa "dungki" dan ember besi berkapasitas sekitar 5 liter.
Sesampai di sawah saya menjadi kaget karena melihat banyak orang hampir puluhan orang yang juga sangat bersemangat menangkap binatang-binatang sawah tersebut dan sambil sesekali mereka berteriak "hidup". Kata itu diteriakkan berkali-kali dan sambung menyambung. Ada seseorang yang sudah tua memberitahu saya untuk ikut berteriak kata yang sama: "hidup".
Setelah mereka menanyakan ke saya tentang getaran tanah barulah saya dapat merasakannya, bahwa tanah yang saya injak terus bergetar dan sekali-kali bergoyang. Pada saat itulah saya baru pertama kali merasakan yang namanya gempa bumi.
Setelah wadah atau tempat penampungan yang saya bawa penuh maka saya bergegas pulang. Ternyata siput dan binatang-binatang sawah lainnya yang naik ke permukaan dari dalam tanah sawah sangat banyak dan saya kekurangan tempat penampungan di rumah.
Baca Juga: Terkini, Gempa M 4,2 Guncang Kuta Selatan Bali
Pada saat itu saya berumur sebelas tahun dan duduk di bangku sekolah rakyat kelas 4.
Berita Terkait
-
Kenapa Jepang Sering Terjadi Gempa Bumi? Prediksi Mengerikan di Palung Nankai Bikin Khawatir
-
Bali United Incar 4 Pemain Timnas Indonesia yang Segera Habis Kontrak di Klub Luar Negeri
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Indonesia di Ambang Bencana Megathrust? Ini Daftar 13 Wilayah Paling Terancam
-
Gempa Magnitudo 6,8 Mengguncang Papua Nugini, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Koster Perintahkan Pasar Tradisional di Bali Berhenti Gunakan Tas Kresek Saat Berjualan
-
Waspadai Cuaca Laut Saat Arus Balik Lebaran: Gelombang di Selat Bali dan Lombok Capai Dua Meter
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu