SuaraBali.id - Setelah sempat diragukan kualitasnya, para marshal yang bertugas di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB mampu menjawab kritikan dengan hasil yang memuaskan. Marshal yang terdiri atas 325 marshal lokal dan 20 marshal asal negeri Jiran sukses menyelesaikan tanggung jawab.
Direktur Manajemen Dorna Sport, Carlos Ezpeleta, memberi apresiasi kepada seluruh marshal yang berhasil mengawal balapan motor internasional Idemitsu Asian Talent Cup dan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika.
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menjelaskan, kinerja marshal lokal asal NTB selama event balap motor Internasional IATC dan WSBK memuaskan pihak Dorna Sport. Pasalnya, kinerja marshal asal NTB sebelumnya menjadi perbincangan publik usai ditundanya Race 1 event IATC Minggu (14/11/2021) lalu akibat kekurangan marshal.
"Mereka (Dorna) memuji marshal lokal di Mandalika. Luar biasa. Ternyata kita bisa dan mampu. Kalau ada salah-salah di awal event itu lumrah saja," kata Zul, Senin (22/11/2021).
Abdul Khalik, salah seorang marshal yang turut serta mengawal balapan IATC dan seri pamungkas race 1 dan 2 WSBK di Sirkuit Pertamina Mandalika menceritakan pengalamannya. Pria asal Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah NTB mengaku menjadi marshal ternyata tidak semudah yang awalnya ia bayangkan.
Alik sapaan akrabnya menyampaikan sangat menikmati tugas sebagai marshal. Ia juga membagikan kisahnya ketika mendorong salah satu motor pebalap IATC yang jatuh di areal tempat ia bertugas.
"Seru juga sih jadi Marshal, yang enggak bisa saya lupain itu ketika mendorong motor pebalap yang jatuh di tikungan 15," ujar pria 27 tahun itu kepada Suara.com.
Ia juga membantah informasi yang beredar soal marshal yang tidak ditunaikan hak-haknya. Jatah makan selama tiga hari bertugas lengkap diterimanya.
"Kadang saat break gitu bisa bercanda, karena di pos saya itu rata-rata baru kan marshal-nya," ucapnya.
Baca Juga: Pawang Hujan di Mandalika Lapor Polisi Karena Diolok Warganet Gagal Tangkal Hujan
Berkaca dari balapan IATC dan WSBK, satu-satunya kendala yang paling dia rasakan yakni soal cuaca. Sirkuit Mandalika memang kadang panas dan tak lama berselang hujan deras bisa saja turun.
"Kendalanya ya cuaca, tapi itu bagian dari tugas, harus dijalankan," ucapnya.
Usai mendapat apresiasi dari Dorna Sport , ia bersama 300 lebih marshal asal NTB merasa bangga bisa mensukseskan event IATC dan WSBK.
"Ini kan pertama kali jadi marshal. Mendampingi pembalap internasional itu rasanya ada kebanggaan," tuturnya.
Apalagi saat breafing sebelum event, dia selalu melihat pembalap di Paddock bersiap melakukan balapan. Di tikungan 15, marshal diletakkan sebanyak 5 orang. Selain itu, kata Alik, terdapat 4 orang tim medis dan 3 orang Brimob.
Bersama marshal lainnya, Alik berharap bisa mengawal event internasional kelas balapan MotoGP. Selain itu juga para marshal juga berharap agar bisa diberikan sertifikat permanen dari Dorna.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
Bukti Sianida dan Merkuri dari China Ditemukan di Tambang Ilegal Lombok Barat
-
Jangan Salah! Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia Anda
-
Rekomendasi Mobil Keluarga Terbaik di 2026
-
Rilis Bulan Depan, Ini Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra
-
BMKG Deteksi Pusat Tekanan Rendah di Selatan NTB, Ancaman Cuaca Ekstrem?