SuaraBali.id - Dari ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, belakangan diketahui profil pebalap-pebalap internasional yang punya kedekatan dengan Indonesia. Satu pebalap yang juga punya darah Indonesia adalah Michael van der Mark.
Michael van der Mark adalah pebalap WSBK yang juga naik podium bersama Jonathan Rea Dan Scott Redding. Ia membela BMW Motorrad dengan kuda besinya.
Michael van der Mark adalah pria kelahiran Belanda 26 Oktober 1992 itu, berhasil tampil dengan optimal agar tidak mengecewakan para fans di Indonesia.
Mark sedikit memiliki darah Indonesia dari neneknya berasal dari Ambon. Meskipun belum pernah ke sana, dia merasa balapan di Sirkuit Mandalika seperti rumah sendiri.
Mark mengaku bahagia mengakhiri musim di podium. Dia tidak sabar untuk kembali ke Indonesia di tahun depan. Meskipun tidak mendapatkan gelar juara, Mark mengaku bangga bisa mengakhiri musim dengan naik ke podium.
“Nice to finish the season with a podium! I can not wait to be back in Indonesia next year!” katanya, Minggu (21/11/2021) sore.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati
-
Dominasi Sirkuit Mandalika Tim Balap TGRI Borong Gelar Juara Nasional
-
Sav Motor Sport Rebut Gelar Best Team BMW Cup 2026 di Mandalika
-
Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat
-
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas