Dythia Novianty
Kamis, 09 September 2021 | 13:58 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster mengunjungi pembangunan Dermaga Sanur. [Berita Bali/Istimewa]

SuaraBali.id - Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan pembangunan Dermaga Sanur tidak akan mengganggu aktivitas adat dan agama masyarakat, seperti prosesi Nganyud dan Melasti.

"Tempat suci yang ada di sini terjaga dengan baik. Jangan sampai terganggu, khususnya lagi adalah tempat ini juga dipakai untuk Melasti. Jadi pembangunan ini harus memberi ruang, akses untuk melaksanakan upacara," ungkapnya.

Setelah meninjau proyek, Gubernur Bali bercengkrama bersama anggota kelompok nelayan "Mina Sari Asih" yang melaut di seputaran Pantai Merta Sari.

Kepada para nelayan, Koster berjanji akan tetap memberi perhatian kepada kelompok nelayan, berupa perahu dan tempat parkir perahu yang representatif.

"Kebutuhan nelayan, akan disiapkan. Tidak boleh diganggu nelayannya. Nanti jukungnya kita bikin yang bagus. Nanti kita carikan bantuannya, supaya indah. Karena ini kan akan jadi bangunan bagus," ujar Gubernur kepada ketua kelompok nelayan.

Gubernur menyebut, ia ingin menjaga keberadaan nelayan di Pantai Matahari Terbit, karena merupakan potensi budaya di kawasan Sanur, dilansir dari Berita Bali, Kamis (9/9/2021).

Dia berharap para nelayan memiliki kelompok nelayan yang legal, sebagai salah satu syarat menerima bantuan dari perusahaan maupun pemerintah.

Ketua Kelompok Nelayan "Mina Sari Asih", Ketut Sukarja, mengucap terima kasih terhadap perhatian gubernur. Dia berharap hal itu seger terealisasi, sehingga para nelayan tetap bisa bekerja.

Dia juga berharap para nelayan agar diberdayakan dalam proyek, misalnya sebagai pengawas maupun juru selamat di pantai. Proyek dengan anggaran Rp 376 Miliar ini direncanakan 2022 mendatang.

Baca Juga: Wisata Bali: Pulau Dewata PPKM Level 4, Mal Dibuka dan Destinasi Pelancongan Uji Coba

Dermaga Sanur merupakan salah satu dari tiga dermaga yang akan dibangun di Bali. Dua dermaga lainnya akan dibangun di Kabupaten Klungkung.

Load More